Derajat Kesehatan Masyarakat Kaltim Terus Meningkat

by admin / 20 Apr 2017 / Lihat Video Disini
#

Keterangan Gambar : Gubernur Awang Faroek saat meninjau pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Rumah Sakit Pratama Sangkulirang. Lima tahun terakhir, derajat kesehatan masyarakat Kaltim terus meningkat. (dok/humasprovkaltim)

 

SAMARINDA - Derajat kesehatan masyarakat Kaltim selama 5 tahun terakhir  membaik. Hal ini ditandai dengan menurunnya jumlah angka kematian bayi (AKB), dimana pada tahun 2013 terdapat sebanyak 889 kasus, tahun 2014 menurun menjadi 876 kasus, tahun 2015  turun menjadi 762 kasus dan  pada tahun 2016 menjadi 638 kasus.

Informasi ini disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim Dr Hj Meiliana saat pengambilan sumpah dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawaraman (Unmul) di Aula Teaching Center Fakultas Kedokteran Unmul, Selasa (18/4).

Selain itu,  kata  Meiliana,  jumlah kematian ibu melahirkan juga mengalami penurunan  pada tahun 2013  sebanyak 125 kasus, tahun 2014 menjadi 109 kasus,  tahun 2015 turun lagi menjadi 100 kasus dan pada tahun 2016 menjadi 95 orang.

"Meski demikian, jumlah kematian balita mengalami peningkatan. Pada tahun 2013 sebanyak 72  kasus, tahun 2014 menurun menjadi 60 kasus, tahun 2015  naik menjadi 84 kasus dan meningkat pada tahun 2016 menjadi 113 kasus," kata Meiliana.

Prevalensi kurang gizi juga cenderung meningkat. Tahun 2014 sebesar 17,3 meningkat pada tahun 2015 menjadi 19,1 dan turun menjadi 18 pada tahun 2016. Prevalensi balita pendek mengalami peningkatan dari 26,7  persen  pada tahun 2015 menjadi 27,19 persen  pada tahun 2016.

Saat ini, kata Meiliana di Indonesia, utamanya di Kaltim juga mengalami perubahan pola penyakit yang sering disebut sebagai transisi epidemiologi yang ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung, diabetes dan penyakit lainnya. 

"Dampak meningkatnya kejadian PTM adalah meningkatnya pembiayaan pelayanan kesehatan yang harus ditanggung oleh masyarakat dan pemerintah, menurunnya produktifitas masyarakat dan menurunnya daya saing negara yang pada akhirnya mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat," paparnya.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, lanjut Meiliana, perlu kerja keras bersama antara pemerintah dalam hal ini instansi kesehatan dan lintas sektor dengan membuat program dan kegiatan melalui pendekatan keluarga dan gerakan masyarakat.

Sehubungan dengan itu, Pemprov  Kaltim sangat berkepentingan terhadap tenaga kesehatan dan peran dokter dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan di bidang kesehatan. 

Dikatakan, pemerintah tidak mungkin bisa bekerja sendiri tanpa dukungan berbagai pihak. Para dokter adalah ujung tombak utama pelayanan kesehatan pada masyarakat.

"Untuk itu, pada kesempatan yang baik ini, saya mengimbau agar pelantikan dan pengambilan sumpah dokter  ini dapat pula dijadikan sebagai momentum penting dalam rangka meningkatkan komitmen, kinerja dan pengabdian para dokter baru lulusan Fakultas Kedokteran Unmul," pesan Meiliana. (mar/sul/es/humasprov)