Gerakan Cuci Tangan Massal, Jadikan Cuci Tangan Budaya Sehat

by admin / 18 Mar 2017 / Lihat Video Disini
#

Keterangan Gambar : Asisten Pemerintahan dan Kesra Setprov Kaltim Dr Hj Meiliana (pakai topi) turut memperagakan cuci tangan. (seno/humasprovkaltim)

 

SAMARINDA - Sedikitnya 1.500 pelajar, perawat dan masyarakat Samarinda mengikuti Gerakan Cuci Tangan Massal yang digelar DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Samarinda. Kegiatan ini serentak dilaksanakan secara Nasional diprakarsai DPP PPNI, Jumat (17/3).

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setprov Kaltim Dr Hj Meiliana memberikan apresiasi yang tinggi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Meiliana meminta agar kegiatan ini menjadi budaya sehat yang setiap saat dilakukan seluruh masyarakat Kaltim, dimulai dari anak usia dini.

"Kita harapkan kegiatan ini bukan hanya seremonial biasa. Tetapi dapat menjadi budaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat," kata Meiliana saat Gerakan Cuci Tangan Massal di Education Center Samarinda, Jalan PM Noor Samarinda.

Meiliana mengatakan gerakan ini juga bagian dari kampanye agar masyarakat bisa membudayakan hidup sehat dengan tangan yang bersih dan sehat. Kegiatan ini juga bagian dari kampanye bagaimana cara mencuci tangan yang benar. Menurut Meiliana cuci tangan ini memang biasa saja tetapi banyak memberikan manfaat.

Jika tangan tidak bersih, maka ketika digunakan untuk makan tentu akan memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan diri sendiri. Artinya, jika tidak bersih penyakit akan masuk ke dalam tubuh. Sehingga membuat masyarakat tidak sehat.

"Semoga saja kegiatan ini bukan hanya dilaksanakan pada saat memperingati HUT PPNI ke-43 tetapi harus menjadi budaya setiap hari oleh masyarakat terutama anak-anak," jelasnya.

Ketua DPD PPNI Samarinda Sugiono mengatakan gerakan tersebut dihadiri 1.500 peserta terdiri dari 1.000 pelajar dari jenjang SD hingga SMA sederajat, 350 perawat dan 150 undangan. 

"Kegiatan ini serentak dilaksanakan se-Indonesia dan diharapkan dapat tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang digagas DPP PPNI," jelasnya.

Kegiatan tersebut dirangkai dengan penyerahan sertifikat partisipasi atas penyelenggaraan cuci tanggan massal yang dilaksanakan DPD PPNI Samarinda. (jay/sul/ri/humasprov)