Pemerintah keluarkan PP Nomor 6 Tahun 2017, Usul Gubernur Soal Kereta Api Dikabulkan Presiden

by admin / 25 Mar 2017 / Lihat Video Disini
#

Keterangan Gambar : Gubernur Awang Faroek Ishak saat meninjau rencana pembangunan rel kereta api di Kawasan Industri Buluminung di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). (samsul arifin/humasprovkaltim)

Pemerintah keluarkan PP Nomor 6 Tahun 2017, Usul Gubernur Soal Kereta Api Dikabulkan Presiden

SAMARINDA-Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak merasa gembira karena usul perubahan Peraturan Pemerintah  (PP)  Nomor 56 Tahun 2009  tentang Penyelenggaraan Perkeretapaian, akhirnya disetujui Presiden menyusul dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2017.

"Saya sangat gembira, karena sudah keluar PP Nomor 6 Tahun 2017. Ini sangat luar biasa karena dalam sejarah di rupublik ini, belum pernah ada perubahan PP yang diusulkan oleh Gubernur disetujui oleh Presiden. Ini baru terjadi di era reformasi sekarang ini," kata Awang Faroek Ishak, Jumat (24/3).

Dengan dikeluarkannya PP Nomor 6 Tahun 2017, lanjut Gubernur, perkeretapian yang dibangun nantinya tidak hanya mengangkut batubara, tetapi juga  bersifat multi porpose,  artinya juga bisa mengangkut hasil  sumber daya alam lainnya seperti crude palm oil (CPO), hasil hutan tanaman industri, bahkan juga bisa mengangkut penumpang.  

'"Jadi kehadiran kerata api di Kaltim, baik yang dibangun Blackspace maupun PT. Kereta Api Borneo (KAB) disambut gembira Presiden Joko Widodo serta Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi. Pembangunannya akan terus dipantau," kata Awang Faroek.

Gubernur juga memberikan apresiasi kepada pemerintah yang telah mengubah peraturan pemerintah tentang perkeratapian, dan ini tentu saja menjadi peluang bagi para investor untuk bisa berinvestasi di Kaltim.  

Menurut Gubernur, kehadiran perkeretaapian di Kaltim, sangat besar manfaatnya, karena pengangkutan  berbagai komoditi melalui kereta api akan jauh lebih murah dibandingkan jika perusahaan yang bersangkutan harus membangun jalan. Transportasi kereta api juga lebih murah dibandingkan  pengangkutan melalui jalur sungai.

"Oleh karena itu, kehadiran perkeretaapian di Kaltim, bisa meningkatkan perekonomian Kaltim serta mensejahterakan masyarakat sesuai yang diharapkan bersama," kata Awang Faroek. (mar/sul/humasprov)