Pemprov Tepati Janji, Gaji Guru Honor SMA Dicairkan

by admin / 20 Mei 2017 / Lihat Video Disini
#

Keterangan Gambar : RUSMADI

 

SAMARINDA - Pemprov menepati janji untuk membayar gaji 3.543 guru honor di SMA Negeri dan sederajat di Kaltim. Para guru yang sudah melengkapi persyaratan akan langsung menerima rapel empat bulan (Januari-April).  Honor guru sudah disalurkan pada Jumat (19/7). 

Selain gaji sebesar Rp1,2 juta perbulan, para guru juga menerima insentif sebesar Rp300 ribu perbulan. Hingga Jumat (19/5) dana ditransfer untuk 1.200 guru honor sesuai rekapan kabupaten/kota. Transfer dilakukan kepada guru honor yang telah mengembalikan surat perjanjian kerja (SPK).

Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi menegaskan yang direalisasikan bulan ini adalah gaji dan insentif guru honor SMA Negeri dan swasta sederajat. Sedangkan untuk Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) guru ASN, sementara belum direalisasikan.  

“Jadi yang kami dahulukan guru honorer. Karena kalau ASN mereka sudah menerima gaji. Termasuk Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Mudah-mudahan hari ini Jumat 19 Mei 2017 sudah mulai direalisasikan. Saya akan cek,” kata Rusmadi di Kantor Gubernur Kaltim.

Rusmadi mengatakan realisasi gaji maupun insentif dan Bosda tetap sesuai kesepakatan yang telah ditetapkan, yaitu sesuai kemampuan daerah. Namun demikian, Pemprov Kaltim juga masih berharap dukungan pemerintah kabupaten/kota.

Menurut Rusmadi, sebelum adanya UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah dan ketika kewenangan pengelolaan SMA sederajat masih berada di kabupaten/kota, Pemprov Kaltim juga memberikan insentif maupun bantuan operasional sekolah (bosda).

“Mereka adalah anak-anak kita juga. Karena itu mari kita dukung bersama. Memang hingga saat ini belum ada informasi pemerintah kabupaten/kota mengalokasikan bosda maupun insentif guru SMA yang  sekarang masuk ke provinsi,” jelasnya.

Diketahui, realisasi gaji dan insentif dilakukan secara bertahap. Pertama, Jumat kemarin untuk 1.200 guru yang ditransfer dengan total anggaran Rp7,2 miliar. Selanjutnya menyusul dan ditargetkan akhir Mei 2017 terealisasi untuk gaji dan insentif selama 4 bulan.

Realisasi ini bisa cepat dilakukan, asalkan guru dapat menyampaikan data dengan valid. Karena, yang menjadi kendala adalah masih ada guru yang tidak mengisi kolom alamat tempat tinggal dan belum mengembalikan surat perjanjian kerja. Selanjutnya, jika terealisasi semua selama setahun, jumlah gaji dan insentif yang direalisasikan sebesar Rp63,774 miliar.

“Inilah komitmen yang sudah kita wujudkan, meskipun ada keterlambatan,” jelas Rusmadi.

Sedangkan untuk Bosda SMA dan SLB Negeri dipastikan direalisasikan bulan ini per triwulan. Di mana untuk SMA Negeri persiswa sebesar Rp900 ribu pertahun dan SLB Negeri Rp1,1 juta pertahun persiswa. Sekitar 135 sekolah dan 58.007 siswa untuk SMA Negeri dan 9 SLB dan 1.122 siswa untuk SLB Negeri. Sementara untuk Bosda SMK Negeri dipastikan juga direalisasikan bulan ini, sebanyak 85 sekolah dengan jumlah Bosda persiswa Rp1,1 juta pertahun. (jay/sul/es/humasprov)