Pusat Siap Bantu Anggaran Pembangunan BSB

by admin / 06 Mar 2017 / Lihat Video Disini
#

Keterangan Gambar :

 

SAMARINDA- Pemerintah Pusat melalui Direktur Bandara Udara Kementerian Perhubungan Indonesia, siap membantu anggaran untuk pembangunan Bandara Samarinda Baru (BSB) termasuk banbara-bandara lainnya  yang ada di Kaltim.

Penegasan itu disampaikan langsung Direktur Bandara Udara Kementerian Perhubungan Ir Yudhi Sari Sitompul, saat mendampingi Direktorat Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kementerian Perhungungan Indonesia Prasetyo Buditjahyono, melakukan audiensi dengan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama kepala dinas dan instansi, pimpinan Persuda di Kaltim, yang berlangsung di Ruang VIP Pendopo  Lamin Etam Samarinda, Jumat (3/3) lalu

" Terkait bandara BSB, akan kami push (dorong) untuk kebutuhan anggaran baik untuk pembangunan taxiway maupun untuk apronya, termasuk pembangunan bandara-bandara lain di Kaltim," kata Yhudi Sari Sitompul, yang langsung mendapat aplaus dari seluruh undangan.

Yudhi Sari juga meminta kepada pemerintah daerah agar bandara-bandara khusus  yang ada di daerah kiranya statusnya di rubah menjadi bandara umum, kalau memang ingin dibantu melalui dana APBN, kalau statusnya masih tetap namanya bandara khusus.

Untuk pengelolaan BSB, Yudhi Sari menyarankan kepada pemerintah daerah bisa melakukan kerjasama dengan pihak Angkasa Pura I melalui pola kerjasama PPP (public private partnership), kalau memang itu bisa dilakukan pusat melalui Kementerian Perhubungan siap mempasilitasinya.

Terkait saran Direktur Bandara Udara Yhudi Sari Situmpol, Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak sangat setuju, namun sebelumnya perlu dilakukan renegoisasi dengan pihak Angkasa Pura I, khususnya  mengenai hak-hak pemerintah daerah,

"Kami sangat setuju lakukan kerjasama dengan Angkasa Puara I dengan  pola kerjasama PPP  (public private partnership), oleh karena dinas terkait kiranya bisa menindaklanjuti, sehingga pada peresmiannya mendatang Angkasa Pura I sudah masuk, sehingga demikian kita tidak ada keselutan lagi,"papar Awang Faroek Ishak.(mar/ri/sul/humasprov)