Resensi Buku Teladan dari Timur

by admin / 25 Mar 2017 / Lihat Video Disini
#

Keterangan Gambar : Cover Buku

Resensi Buku Teladan dari Timur


Judul                  :  Teladan dari Timur
Penulis               :  Awang Faroek Ishak
Tanggal Terbit      :  Agustus 2013
Penerbit              :  PT Satria Media
Tebal Halaman    :  354 hlm
Peresensi           : Ali Kusno

Melalui tangan dingin, wibawa, dan leadershipnya, Pak Awang berhasil membangunkan sang raksasa tidur, Kalimantan Timur (Rhenald Kashali)

Awang Faroek Ishak, akrab di sapa Pak Awang, tidak bisa dilepaskan dari kemajuan di Provinsi Kalimantan Timur. Tak terhitung torehan prestasinya. Pemikiran melebihi zamannya, itulah gambaran yang pas untuk gaya kepemimpinan Pak Awang. Seperti dituturkan Rhenald Kasali, visi kepemimpinan sudah menonjol sejak Pak Awang menjadi anggota legislatif di DPR. Makin tampak lagi ketika Pak Awang menjabat sebagai Bupati Kutai Timur. Pondasi dasar pembangunan agribisnis dimulai era kepemimpinan Pak Awang. Terbukti, sektor pertanian memberikan kontribusi besar dalam struktur ekonomi Kabupaten Kutim.

Gaya kepemimpinan yang sama berlanjut ketika menjabat sebagai Gubernur Kaltim. Banyak pihak yang menentang program-program Pak Awang. Seperti penolakan berbagai pihak atas pembangunan jalan tol Samarinda—Balikpapan. Bagi Pak Awang, masih banyak pemimpin daerah yang ‘rabun jauh.’

Kesalahpahaman seperti itulah yang ingin dijawab Pak Awang. Buku Teladan dari Timur seolah menjadi jawaban Pak Awang. Pak Awang merangkul dan mengajak pembaca berdiskusi di alam pikirannya. Visi besarnya tentang Kaltim, hendak kemana Kaltim dibawa, semua dijelaskan Pak Awang dengan detail.

Memang Kaltim pernah dianggap sebagai the sleeping giant. Begitu melimpah sumber daya alam Kaltim. Sayang, manisnya hasil SDA belum dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk rakyat. Kaltim mengalami growth without develompment. Gambaran yang pas, bagai ayam mati di lumbung padi.

Pak Awang hadir dan segera mengubah haluan ekonomi Kaltim. Tak ingin masyarakat terus dimanjakan dengan limpahan sumber daya alam yang seolah tiada habisnya. Pak Awang tak ingin kebodohan terulang seperti seperti zaman kejayaan kayu yang telah berlalu.  

Pembangunan dialihkan dari yang mengandalkan komoditi pertambangan menjadi pertanian dan agroindustri. Mewujudkan kaltim Sebagai Pusat Agroindustri dan Energi Terkemuka Menuju Masyarakat Adil dan sejahtera menjadi visi pada periode pertama kepemimpinan Pak Awang. Infrastruktur, SDM, dan pembenahan regulasi menjadi perhatian.

Bagi Pak Awang, pemerataan pembangunan hanya bisa dicapai dengan infrastruktur. Meski mendapat penentangan, Pak Awang langsung menjalankan agenda pembangunan jalan tol, pembangunan KIP Maloy, dan infrastruktur lainnya.

Visi berlanjut pada periode kedua kepemimpinan Pak Awang, Membangun Kaltim untuk Semua. Mengenali potensi daerah dan mengoptimalkan potensi yang ada menjadi fokus Pak Awang. Potensi perkebunan, pertanian, perikanan, pariwisata merupakan potensi terpendam yang selama ini terabaikan.

Sebuah pemikiran yang luar biasa dari seorang Teladan dari (Indonesia) Timur. Pemimpin yang membawa harapan peletak pondasi kemakmuran rakyat Kaltim. Selayaknya pemikiran luar biasa Pak Awang dipahami bersama, unsur pemerintah daerah dan rakyat, sudah dipastikan Kaltim akan kian melesat.

Karenanya, buku ini sangat layak menjadi inspirasi masyarakat khususnya generasi muda penerus estafet kepemimpinan di Kaltim. Ini merupakan buah pikiran besar Pak Awang, teladan bagi pemimpin selanjutnya. Sudah waktunya nahkoda dan penumpang sama-sama tahu dan bahu membahu mewujudkan Kaltim Bangkit, Membangun Kaltim untuk Semua. Amin.