Kalimantan Timur
2013 Tahun Kebangkitan Olahraga Kaltim

SAMARINDA - Tahun 2013 dicanangkan  Gubernur Kaltim Dr.  Awang Faroek Ishak sebagai tahun kebangkitan olahraga.  Betapa tidak, tahun ini beberapa kegiatan olahraga telah dan akan digelar, baik tingkat daerah maupun tingkat nasional. Dalam bulan ini saja, terdapat tiga kejuaraan olahraga yang digelar yaitu Kejuaran Nasional Menembak AFI Cup II di Balikpapan, Kejuaraaan Nasional Selam di Kabupaten Berau dan 9 Ball Biliar Open Turnament AFI Cup di Samarinda, yang dibuka Jumat (28/6) malam.  
"Kita tekadkan olahraga Kaltim harus bangkit tahun ini. Semua cabor harus bersatu, pemangku kepentingannya bersatu, KONI di provinsi dan kabupaten juga harus bersatu, DPRD-nya juga bersatu. Pokoknya kita semuanya bersatu untuk memajukan olahraga dan meraih prestasi setinggi-tingginya," ujarnya.  
Lanjut Awang Faroek, potensi Kaltim dalam cabang olahraga biliar sangat besar, walaupun pada PON cabor biliar belum dapat menyumbangkan emas. Dengan latihan yang keras dan banyaknya kejuaraan yang diadakan diharapkan akan lahir atlet-atlet andalan Kaltim yang mampu berbicara di tingkat nasional.
Awang Faroek juga meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan  Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Cabang Kaltim  dapat memberikan alokasi 5-10 pelajar untuk dapat bersekolah di Sekolah Khusus Olahraga tingkat Internasional (SKOI). Demikian juga untuk pelatih, Awang Faroek mengharapkan POBSI Kaltim dapat mendatangkan pelatih baik dari nasional maupun internasional untuk melatih atlet-atlet biliar Kaltim.
Diingatkannya, perolehan medali pada PON XVII 2012 lalu,  Kaltim mampu menduduki peringkat ketiga dan pada PON XVIII di Riau, Kaltim menjadi salah satu provinsi terbaik di luar Jawa.  
"Posisi Kaltim berada dibawah Provinsi  DKI Jaya, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah. Tenyata, Kaltim dapat mengalahkan Sulawesi Selatan, Riau, dan Sumatera Utara dalam pengumpulan medali. Saya meminta para pebiliar untuk menyiapkan pasukan untuk PON Jawa Barat 2016, dengan target cabor biliar harus dapat menyumbangkan emas pada PON Jabar mendatang," ujarnya.  
Sementara itu, ketua panitia lomba,  Asmaraman mengatakan 9 Ball Biliar Open Turnament AFI Cup bertujuan untuk meningkatkan  kemampuan pebiliar di Kaltim saat  bertanding pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat 2016 mendatang.
“Event ini sebagai wadah bagi pebiliar di Kaltim untuk saling mengenal dan berbagi keterampilan dan meningkatkn mental bertanding,” ujarnya.
Turnamen dibuka Gubernur Awang Faroek ditandai dengan pemukulan bola pertama (break), dilanjutkan dengan bertanding melawan Apsi Chaniago, yang merupakan salah satu atlet nasional andalan Kaltim. (yul/hmsprov)

 

Berita Terkait