Kalimantan Timur
2019-2022 Angka HLS dan RLS di Kaltim Terus Meningkat

Foto Adi Suseno / Biro Administrasi Pimpinan Setda Prov.Kaltim

SAMARINDA – Selama kurun waktu 2019-2022 angka harapan lama sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah (RLS) terus meningkat. 

“Alhamdulillah, lama sekolah sudah mencapai 13,84 di tahun 2022. Ini menunjukkan anak-anak kita semua mau sekolah,” kata Gubernur Isran Noor dalam berbagai kesempatan.  

Contoh, sejak 2019 hingga 2023 berbagai bantuan untuk penunjang pendidikan diberikan kepada sekolah-sekolah, termasuk kepada para pelajar, yakni Beasiswa Kalimantan Timur atau BKT. Beasiswa ini diberikan dengan dua pola, tuntas dan stimulan. 

Bagi Isran, program pendidikan, wajib diterima seluruh masyarakat Indonesia khususnya Kaltim. Karena, merupakan tugas negara untuk menjamin pendidikan setiap warga negara selain kesehatan.

“Makanya, saya bersyukur anak-anak mau terus sekolah. Semoga, apa yang telah kita lakukan ini terus berlanjut,” harapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim M Kurniawan menjelaskan untuk HLS atau harapan lama sekolah didefinisikan sebagai lamanya sekolah (dalam tahun) yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu atau kondisi pembangunan pendidikan di berbagai jenjang di Kaltim. Tercatat, terus meningkat HLS Kaltim, mulai 2019 sebesar 13,69 tahun, 2020 menjadi 13,72 tahun, 2021 naik lagi menjadi 13,81 dan 2022 mencapai 13,84 tahun.

Kemudian, rata-rata lama sekolah didefinisikan jumlah masyarakat yang berusia 15 tahun ke atas untuk menempuh semua jenjang pendidikan yang pernah dijalani. Untuk data ini, juga terus mengalami tren meningkat, mulai 2019 selama 9,7 tahun, 2020 mencapai 9,77 tahun, 2021 diangka 9,84 tahun dan 2022 selama 9,92 tahun.   

“Semua itu, tidak lepas dari kebijakan yang dilakukan Gubernur Isran Noor dan Wagub Hadi Mulyadi berkomitmen dan peduli terhadap masa depan SDM Kaltim. Berdasarkan visi dan misi Gubernur dan Wagub, yakni berdaulat dalam pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan berdaya saing, terutama perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas,” jelasnya. 

Termasuk, ketika Covid-19 melanda Kaltim, kebijakan Gubernur Isran Noor dan Wagub Hadi Mulyadi menyantuni anak yatim piatu untuk tetap sekolah dengan santunan Rp2 juta per anak.

Sedangkan untuk angka partisipasi sekolah (APS) terus meningkat, maka semakin banyak usia anak bersekolah di sekolah di Kaltim juga terus meningkat. Yaitu, mulai 2019 diangka 81,81 persen, 2020 sebesar 81,88, 2021 menjadi 82,1 dan 2022 naik lagi menjadi 81,43 persen.

Semua angka itu menjadi bagian yang mendukung indikator indeks pembangunan manusia di Benua Etam. (jay/sul/ky/adpimprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation