Kalimantan Timur
Akmal Malik Meneropong Asa Kaltim 2024 di Podcast Kaltim Post


 

BALIKPAPAN - Jumat 12 Januari 2024, tepat pukul 15.55 Wita, Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik tiba di Gedung Biru Kaltim Post Balikpapan.

 

Kehadiran Akmal Malik disambut langsung Wakil Direktur Utama Kaltim Post Erwin Dede Nugroho dan Pimred Kaltim Post Romdani beserta jajaran manajemen Kaltim Post Group.

 

Usai ngobrol sejenak di ruang rapat redaksi, Akmal Malik diajak tour ke ruang redaksi Kaltim Post, selanjutnya berbincang santai dalam program Podcast Kaltim Post bertema Meneropong Asa Kaltim 2024.

 

Berdurasi 1 jam siar, podcast dipandu Widji Winarko (Direktur BTV) bersama Romdani (Pimpred Kaltim Post), Akmal Malik mengupas habis sejak awal dirinya dipercaya memimpin Kaltim selama 4 bulan hingga saat ini.

 

"Saya bertugas di sini, seperti pulang kampung," bukanya.

 

Karena Kaltim menurut Akmal, secara kultur, sosial dan budaya hampir mirip dengan daerah asalnya, Sumatera Barat.

 

"Masyarakatnya religius, ramah dengan semua orang. Dan lebih hebat dari kampung saya, di sini beragam etnik. Ya, seperti miniaturnya Indonesia," tambahnya.

 

Bahkan memimpin Kaltim di empat bulan pertama, Akmal mengaku hampir-hampir tidak mengalami kendala dan mendapati permasalahan yang berarti.

 

Kaltim yang memiliki luas wilayah 27 juta hektare lebih, ungkap Akmal, mendapat tantangan baru dengan ditempatkannya IKN (Ibu Kota Nusantara) yang diberi kewenangan wilayah 256 ribu hektare lebih.

 

"Tantangan kita adalah bagaimana berkolaborasi pemerintah pusat, provinsi bersama sepuluh kabupaten dan kota membangun Kaltim, serta mendukung IKN," tegasnya.

 

Dalam menyukseskan berbagai program pembangunan, menurut Akmal yang paling utama adalah memastikan rencana tata ruang wilayah (RTRW)

 

Termasuk mendorong setiap kabupaten dan kota membuat rencana detail tata ruang (RDTR) daerahnya berdasarkan RTRW dari provinsi.

 

"Agar nantinya, kita mudah melakukan pengembangan wilayah, serta membangun aksesibilitas sebagai daerah penyangga IKN, terlebih daerah-daerah buffer zone yang bersentuhan langsung dengan IKN," bebernya.

 

Bagi Akmal, Kaltim yang memiliki kekayaan sumber daya alam berlimpah, tetap harus bangkit dan mandiri sektor pertanian, tidak semata bergantung batu bara, migas dan kelapa sawit.

 

"Kan tidak ada orang makan sawit, apalagi makan batu bara. Tapi kan orang perlu pangan dan ini yang mulai sekarang kita gerakkan. Kita bangunkan warga kita yang tertidur selama ini. Bukan lahannya yang tidur," tegasnya lagi.

 

Sehingga Kaltim bisa mandiri pangan dan mampu menyuplai untuk kebutuhan warga IKN.

 

Tidak hanya sektor pertanian, bagi Akmal potensi sektor pariwisata sangat besar, namun tetap harus dikelola secara masif dan lebih baik melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait.

 

"Jadi, Kaltim yang aman dan damai ini menjadi modal dasar kita untuk terus membangun agar menjadi mitra strategis IKN," pungkasnya.

 

Di akhir sesi, Akmal kembali mengajak masyarakat Benua Etam untuk menyukseskan pesta demokrasi 2024 dengan menyalurkan hak pilih, serta terlibat memelihara kedamaian daerah. (yans/sul/ky/adpimprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation