Kalimantan Timur
Anak Muda Kaltim Harus Siap Menuju Persaingan Global dan IKN

foto Bang Hudais

BALIKPAPAN – Sumber daya manusia (SDM) Kaltim menghadapi tantangan yang sangat berat dalam era persaingan global dewasa ini. SDM Kaltim harus menyiapkan kemampuan yang berkualitas agar berdaya   saing mengisi pasar kerja, termasuk terlibat dalam Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam upaya membantu hal tersebut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim menggelar Sosialisasi Penyelarasan Program Pembinaan Ketenagaan.  Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Dr Akmal Malik meminta anak muda Kaltim harus  mampu bersaing di daerah sendiri. 

"Artinya, dengan kompetisi maupun persaingan yang semakin ketat, maka saya minta anak muda di Kaltim untuk mampu menjadi tuan di rumah sendiri," kata Pj Gubernur Kaltim Dr Akmal Malik ketika membuka sosialisasi yang dilaksanakan selama tiga hari, 23-25 Januari 2024 di Hotel Royal Suite Balikpapan, Rabu 24 Januari 2024. 

"Maksudnya adalah, kita harus menyiapkan anak-anak muda yang mampu bersaing masuk di perusahaan baru di Kaltim. Karena itu, harus dimulai melalui pembinaan di jenjang SMA, SMK maupun SLB," sambungnya.  

Mengapa demikian, karena Kaltim akan menjadi provinsi yang mengalami pertumbuhan ekonomi sangat tinggi nantinya. Pertumbuhan itu, tentu akan diikuti dari sektor-sektor di dalamnya. 

Mulai infrastruktur, pertambangan hingga jasa dan sebagainya. Karena itu, SDM-nya harus disiapkan. Makanya, pendidikan menjadi dapur untuk menyiapkan SDM berkualitas.   

"Apalagi IKN di Kaltim juga akan masuk tenaga dari luar. Jika, kita tidak menyiapkan SDM berkualitas. Tentu akan tertinggal. Bahkan, untuk penerimaan ASN pun sudah ada kualifikasinya," tegas Akmal. 

"Ketika IKN berkembang, maka sektor-sektor lain juga tumbuh. Mulai, pariwisata hingga jasa. Lantas, apakah sudah siap. Maka dari itu, wajib anak muda Kaltim dengan dididik para guru berkualitas mampu menjadi tuan di rumah sendiri," pesan Akmal.  

Selain itu, Dirjen Otda Kementerian Dalam Negeri itu berpesan untuk menjaga dan mengembangkan lingkungan hijau. Maka, setiap sekolah dapat memprogramkan penanaman pohon-pohon endemik asal Kaltim.   

"Saya akan cek nanti ke sekolah-sekolah. Sekolah yang mengundang saya, saya harap sudah melaksanakan program penghijauan tersebut. Tujuannya, agar pohon endemik Kaltim kembali tumbuh oleh generasi muda dan lingkungan semakin asri," jelasnya.  

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim Muhammad Kurniawan menjelaskan sosialisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kematangan kepala sekolah dalam mengelola ketenagaan di masing-masing sekolah. Termasuk pelaksanaan merdeka belajar.  

"Peserta sebanyak 244 kepala SMA, SMK dan SLB se-Kaltim. Harapannya, guru maupun kepala sekolah mampu melaksanakan program mengajar melalui platform Merdeka Belajar," jelasnya.  

Narasumber dari Balai Guru Penggerak di Kaltim. Hadir pula seluruh Kepala Bidang di Lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Kepala SMA, SMK dan SLB se-Kaltim serta Kepala Cabang Dinas Provinsi Kaltim.  (jay/sul/ky/adpimprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation