Kalimantan Timur
Ciptakan Keluarga Kuat,Lawan Penyalahgunaan Narkoba

Kominfo blusukan ke Bangun Rejo

TENGGARONG - Menindaklanjuti arahan Gubernur Awang Faroek Ishak agar setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemprov Kaltim memperbanyak blusukan, jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Selasa (28/10) bergerak ke Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Instansi bidang pelayanan komunikasi publik   yang saat ini dikomandoi H Abdullah Sani tersebut, siang kemarin menggelar Temu Masyarakat bertema "Mewujudkan Kalimantan Timur Bebas Narkoba 2015, Generasi Sehat Harapan Bangsa".

Acara yang digelar di kompleks Pondok Pesantren Modern Ibadurrahman tersebut,  terbilang sukses, setidaknya terlihat dari tingginya kehadiran masyarakat dan antusias mereka untuk bertanya dalam dua sesi tanya jawab yang disiapkan panitia.

"Antusiasme masyarakat ini akan jadi motivasi besar bagi kami untuk menularkan lebih banyak kebaikan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Hal ini sekaligus merupakan wujud aplikasi keterbukaan informasi yang akan terus kita lakukan, dimana pada tahun 2012 kita berada di peringkat kelima dan pada tahun 2013 di peringkat pertama. Mudah-mudahan tahun ini kita mampu mempertahankan prestasi ini," kata Abdullah Sani, usai acara.

Dalam momen temu masyarakat kali ini, Abdullah Sani menjelaskan, pihaknya sengaja mengangkat isu penyalahgunaan narkoba mengingat posisi Kaltim yang saat ini masih berada di peringkat ketiga secara nasional dalam kasus-kasus penyalahgunaan narkoba.

Kekhawatiran terhadap kian meluasnya peredaran narkoba menurutnya, perlu diantisipasi dengan memperbanyak sosialisasi untuk menyadarkan masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba yang saat ini tidak hanya menyerang kelompok dewasa, tetapi juga menyasar generasi muda bahkan anak-anak di tingkat sekolah dasar.

"Kita tidak perlu peringkat untuk penyalahgunaan narkoba, karena itu sangat tidak baik bagi kita dan masa depan daerah ini. Kita perlu peringkat terbaik untuk hal-hal yang bersifat prestasi dan itu hanya akan terwujud jika generasi kita adalah generasi yang sehat dan cerdas," tegas Abdullah Sani.

Upaya penting yang juga perlu dilakukan lanjut Sani adalah dengan mengalihkan potensi masuknya pengaruh narkoba terhadap anak-anak dan menggantinya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, salah satunya dengan pengenalan internet sehat. Abdullah Sani mempersilahkan para pelajar datang ke Diskominfo Kaltim dan mereka siap memberikan asistensi terkait informasi dan teknologi yang sehat.

"Hari ini kita juga bawa MCAP (Mobile Community  Access Point) untuk mengajarkan kepada masyarakat dan pelajar tentang pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pengoperasian internet sehat," ungkap Sani.

Selanjutnya, diawali dari Pondok Pesantren Modern Ibadurrahman tersebut  diharapkan segera terbentuk kelompok informasi masyarakat yang kelak digadang-gadang bisa meningkat lagi menjadi kampung media. Gerakan lain pun bisa diawali dari sini, diantaranya untuk gerakan desa sadar hukum. 

Dengan begitu maka secara otomatis akan terbentuk masyarakat yang kuat yang tidak akan mudah terpengaruh oleh masukan-masukan negatif, tentu saja dengan dukungan jajaran Polri dan TNI.

"Kekuatan kita akan terbangun dari kekuatan kelompok-kelompok masyarakat itu, sehingga hal-hal negatif akan sulit masuk. Saya pikir cara-cara seperti ini akan sangat efektif," yakin Sani. 

Sementara itu, salah seorang nara sumber yang juga dihadirkan dalam temu masyarakat tersebut adalah Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim Brigjen Agus Prapto Purwanto. Dalam uraiannya di depan ratusan warga Bangun Rejo dan santri Pondok Pesantren Modern Ibadurrahman, Agus Prapto menegaskan bahwa pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, tidak mungkin hanya dibebankan kepada BNN dan jajaran kepolisian. Partisipasi masyarakat dalam setiap keluarga merupakan benteng utama untuk menangkal penyebarluasan penyalahgunaan narkoba, terutama di lingkungan anak-anak.

"Tentu kami tidak bisa berjuang sendiri. Setiap kepala keluarga harus menjadi pioner bagi diri mereka sendiri dan keluarga mereka. Pemberdayaan keluarga adalah benteng ketahanan keluarga untuk menangkal masuknya bahaya narkoba di dalam keluarga. Itulah mengapa, komunikasi itu menjadi sangat penting," tegasnya.

Ternyata, langkah pemerintah selama ini memburu dan menangkap para pengedar narkoba juga tidak cukup menghentikan penyebarluasan penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, upaya lain yang juga harus gencar dilakukan adalah menghilangkan (mengurangi) para pecandu dan menyembuhkan, sehingga pengedar tidak mendapat ruang yang luas untuk mengedarkan narkoba.

"Kewajiban ayah mencari nafkah untuk keluarga, tetapi sekaligus bertanggung jawab untuk memberikan bimbingan moral kepada seluruh anggota keluarga. Orang tua tidak bisa lepas dari tanggung jawab pengawasan dan pembinaan hanya karena alasan sibuk bekerja," kunci Agus Prapto.

Nara sumber lain yang juga dihadirkan adalah wakil dari Kemenkumham Kaltim, Lapas Samarinda, Polres Kukar, Pemkab Kukar dan Pimpinan Pondok Pesantren Modern Ibadurrahman Dr KH Elwansyah. (sul/hmsprov)

 

Foto : Kepala Diskominfo Kaltim H Abdullah Sani (kiri) bersama nara sumber lain dalam "Temu Masyarakat" yang dipusatkan di Pondok Pesantren Modern Ibadurrahman, Desa Bangun Rejo, Tenggarong Seberang. (samsul/humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation