Kalimantan Timur
Ciptakan Lapangan Kerja dan Kurangi Kemiskinan

Proyek MP3EI Pacu Pertumbuhan Ekonomi Daerah

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengungkapkan program MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) 2011-2025, diarahkan agar pembangunan ekonomi nasional dalam jangka panjang mampu menekan hambatan pembangunan (debottlenecking), percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi.
Menurut dia, jika ketiga poin tersebut bisa dilakukan maka perekonomian akan tumbuh makin tinggi, lapangan pekerjaan akan semakin terbuka dan kemiskinan akan dapat dikurangi. Bagi Kaltim, lanjut dia, dengan terpacunya pertumbuhan ekonomi, maka pendapatan daerah dan kesejahteraan rakyat juga akan semakin membaik.
Hal ini bisa diamati dari perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). PDRB Kaltim atas Dasar Harga Berlaku 2012 sebesar Rp419,10 triliun atau menduduki posisi keenam nasional. Untuk 2013, hingga triwulan dua PDRB Kaltim tercatat Rp211,35 triliun dan diperkirakan hingga Desember 2013 PDRB Kaltim mencapai Rp447,62 triliun.
“Diperkirakan PDRB Kaltim dari tahun ke tahun akan terus naik, menyusul kian meningkatnya penanaman investasi (PMDN dan PMA), meningkatnya pembangunan infrastruktur, meningkatnya sektor hasil kayu olahan, hasil industri kimia, perikanan dan kelautan, hasil pertanian dan perkebunan, hasil industri logam industri kilang migas dan hasil tambang batu bara yang pertumbuhannya mencapai 11,92 persen,” jelas Awang Faroek belum lama ini.
Awang Faroek mengatakan Kaltim sebagai daerah yang sangat strategis dalam pengembangan ekonomi dan pembangunan di masa depan, mendapat sejumlah proyek prioritas MP3EI. Saat ini telah dilakukan pembangunan dan proyek-proyek MP3EI yang segera dilakukan ground breaking adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Trans Kalimantan Economic Zone (MTKEZ).
Pembangunan Jembatan Pulau Balang bentang panjang 1.344 meter, Centralized Crude Terminal di Lawe-lawe Penajam Paser Utara, pembangunan rel kereta api dari Muara Wahau ke Lubuk Tutung (135 kilometer), coal terminal, power plant 1.400 Mega Watt dan smelter aluminium kerjasama dengan Ras Al Khaimah (MEC dan NALCO).
Selanjutnya, pembangunan rel kereta api oleh Kalimantan Rail (Railway Russian Cooperation) dari Puruk Cahu/Tanjung Isuy-Balikpapan (203 kilometer), proyek Batuta Chemical Industrial Park, power plant mulut tambang (mine mouth) 2x100 MW di Lubuk Tutung dan pembangunan coal terminal terbesar di Pulau Miang Besar Kutai Timur.
“Dengan pembangunan proyek-proyek MP3EI yang bernilai strategis tersebut, diharapkan multiplier effect nya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kaltim. Karena memang pembangunan tersebut berada di sejumlah kabupaten/kota se Kaltim. Dengan adanya infrastruktur yang dibangun, kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi jalan maupun jembatan dan lainnya dapat terpenuhi,” pungkasnya. (her/hmsprov)

///FOTO : Pembangunan Jembatan Pulau Balang meruapakan salah satu proyek MP3EI di Kaltim.(dok/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait
Government Public Relation