Kalimantan Timur
Diddy: RTRW Menjadi Dasar Kebijakan Pembangunan di Kaltim

Foto Syaid Fathur Rachman / Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Kalimantan Timur

SAMARINDA- Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang  Reformasi Birokrasi dan Keuangan Daerah, Diddy Rusdiansyah Anan Dani, mengatakan, penyampaian nota penjelasan  Raperda  tentang rencana tata ruang wilayah  (RTRW) Kaltim tahun 2022-2042. Untuk memberikan gambaran kepada  DPRD Kaltim   baik secara filosofis, yuridis maupun sosiologis yang menjadi latar belakang penyusunan Raperda tersebut.

 

“Pemerintah daerah mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada DPRD Kaltim,  atas perhatian dan kesediannya untuk segera membahas Raperda dimaksud yang merupakan Raperda prioritas untuk diselesaikan sesegera mungkin. Hal ini menunjukkan adanya hubungan dan dukungan yang positif dari pimpinan dan anggota DPRD Kaltim,” kata Diddy Rusdiansyah Anan Dani mewakili Gubernur Kaltim dalam penyampaian  nota penjelasan  Raperda  tentang rencana tata ruang wilayah  (RTRW) Kaltim tahun 2022-2042, pada   Rapat Paripurna ke-32 DPRD Provinsi Kaltim masa sidang 2022,  yang di gelar di Gedung D DPRD Kaltim, Kamis (1/9/2022).

 

Peninjauan Kembali RTRW Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2016-2036 , lanjut Deddy perlu dilakukan, dengan pertimbangan antara lain adanya perubahan peraturan perundang-undangan, kebijakan skala Nasional, serta tuntutan pembangunan berkelanjutan. 

 

“Hal ini sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nomor 11 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penyusunan, Peninjauan Kembali, Revisi, dan Penerbitan Persetujuan Substansi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi, Kabupaten, Kota dan Rencana Detail Tata Ruang, peninjauan kembali Rencana Tata Ruang (RTR) dapat dilakukan satu kali dalam setiap periode lima tahunan,  dan peninjauan kembali dilakukan pada tahun kelima sejak Rencana Tata Ruang diundangkan, sehingga direkomendasikan RTRW Provinsi Kalimantan Timur tahun 2016-2036 perlu dilakukan perubahan dan dicabut,” paparnya

 

Ditambahkan, sebagai tindak lanjut arahan Presiden atas rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Provinsi Kaltim, maka RTRW Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2016-2036 yang secara normatif akan direvisi pada tahun 2021, dipercepat pelaksanaanya pada tahun 2022 dengan Bantuan Teknis dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

 

“Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah merupakan penyusunan RTRW kembali setelah dilakukan identifikasi kesesuaian dan kebutuhan pembangunan, yang memperhatikan perkembangan lingkungan strategis dan dinamika pembangunan, serta pelaksanaan pemanfaatan ruang. Namun demikian Revisi RTRW bukan untuk pemutihan terhadap penyimpangan pelaksanaan pemanfaatan ruang yang terjadi,”tegas Diddy

 

Ditetapkannya Kalimantan Timur sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN) sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022, lanjut Deddy Pemprov Kaltim  harus mempersiapkan perencanaan dimulai dari revisi RTRW.

“Karena Revisi RTRW ini akan menjadi dasar kebijakan pembangunan berbagai sektor di Kaltim  serta dalam rangka perlindungan investasi dan pelayanan perizinan yang akan bermuara untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di Kaltim,” ujar Deddy Rusdiansyah.

 

Rapat Paripurna ke-32 DPRD Provinsi Kaltim masa sidang 2022, dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Syamsun dan dihadiri sekretaris wakil ketua dan anggota DPRD Kaltim   dengan agenda 1. Pengesahan agenda   kegiatan  DPRD Provinsi Kaltim masa sidang  III tahun 2022. 2. Penyampaian laporan kegiatan  DPRD Provinsi Kaltim  masa sidang II tahun 2022.3. Penutupan masa sidang  II tahun 2022 dan  pembukaan masa sidang III  tahun 2022. Penyampaian  nota penjelasan  Raperda  tentang rencana tata ruang wilayah  (RTRW) Kaltim tahun 2022-2042. Penyerahan  dokumen Ranperda tentang rencana  RTRW  Kalimantan Timur tahun 2022-2042.(mar/sul/adpimprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation