Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja SKPD Pemerintah Provinsi Kaltim Tahun 2013
No |
Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja SKPD |
Nilai | Nilai | Hasil |
1 | Dinas Perindagkop dan UKM Prov. Kaltim | 69,11 | B | BAIK |
2 | Badan Arsip Prov. Kaltim | 65,95 | B | BAIK |
3 | Inspektorat Prov. Kaltim | 65,15 | B | BAIK |
4 | RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan | 64,44 | CC | CUKUP BAIK |
5 | Bappeda Prov. Kaltim | 63,49 | CC | CUKUP BAIK |
6 | Sekretariat Daerah Prov. Kaltim | 62,56 | CC | CUKUP BAIK |
7 | Dinas Peternakan Prov. Kaltim | 61,63 | CC | CUKUP BAIK |
8 | Dinas Sosial Prov. Kaltim | 61,15 | CC | CUKUP BAIK |
9 | RSUD A.Wahab Sjahranie Samarinda | 60,83 | CC | CUKUP BAIK |
10 | RSUD Atma Husada Mahakam | 60,39 | CC | CUKUP BAIK |
Perindagkop SKPD Terbaik Penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja (LAKIP)
Terbaik I dalam penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja (LAKIP), demikian ditorehkan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Provinsi Kaltim tahun ini.
Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak kemudian memberikan penghargaan itu kepada Kepala Dispendagkop dan UMKM, H Mohammad Djailani pada acara Peningkatan Kapasitas Pejabat Eselon II dan III di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim di Bandiklat Kaltim, Kamis (27/2).
SKPD yang mendapat penghargaan dari Gubernur Kaltim dalam hal Evaluasi Akuntabilitas Kinerja sebanyak 10 SKPD, di antaranya Dinas Perindagkop dan UMKM Provinsi Kaltim, menyusul 9 SKPD lainnya (lihat tabel).
Sebagai SKPD terbaik dalam penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2013 Djailani mengatakan, instansinya patut mendapatkan penghargaan itu, karena pada 2013 Kaltim diberikan penghargaan sebagai Provinsi Penggerak Koperasi.
Sementara itu, jika dilihat secara statististik dalam komposisi pendapatan domestik regional bruto (PDRB) Kaltim pada 2012, ternyata sektor industri perdagangan koperasi (indagkop) dan jasa, hotel dan restoran menduduki peringkat kedua dengan share 36,29%, masing-masing industri pengolahan 23,5%, perdagangan 8,62%, dan jasa, koperasi 4,17%. Sektor pertambangan menempati peringkat pertama dengan share 47,44% dan pertanian di urutan ketiga hanya 6,16%.
”Hal ini menunjukkan bahwa sektor industri, perdagangan dan jasa mempunyai peran yang cukup strategis dalam struktur perekonomian Kaltim,” jelas Djailani.
Dikatakan, dalam rangka mempercepat pembangunan ekonomi daerah yang berdaya saing, Pemprov Kaltim berupaya mengubah struktur ekonomi melalui pembangunan berbasis sumber daya terbarukan (renewable resources). Sebagai salah satu provinsi yang memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian nasional, Kaltim terus melakukan pembangunan di berbagai sektor, termasuk industri, perdagangan dan jasa.
Dinas Perindagkop dan UMKM Provinsi Kaltim sebagai SKPD Pembina pada sektor Industri, Perdagangan dan Jasa, lanjut Djalilani, mempunyai fokus program ke depan dengan mengoptimalkan sektor industri pengolahan yang berbasis komoditi unggulan daerah dan mendukung sistem perdagangan yang yang diarahkan pada penguasaan pasar dalam negeri, didukung peran signifikan koperasi sebagai lembaga ekonomi kerakyatan.
Selain memacu tumbuhnya industri hilir, Kaltim juga fokus pada pembangunan sektor perdagangan, koperasi dan UMKM demi pembangunan ekonomi yang berdaya saing dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Upaya mendorong percepatan tumbuh dan berkembang hilirisasi industri petrokimia yang berbasis gas dan kondensat di Bontang, maupun hilirisasi industri oleokimia yang berbasis pada perkebunan kelapa sawit yang dipusatkan di KIPI Maloy, Kutai Timur.
Selain itu pada 2013 , Dinas Perindagkop dan UMKM Provinsi Kaltim telah memberikan kontribusi untuk mendukung penetapan Kaltim sebagai Provinsi Penggerak Koperasi oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM RI.
Berdasarkan penilaian dari Kementerian PAN maka Penghargaan Kategori Penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Terbaik I dengan nilai 69,11 diberikan kepaaa Dinas Perindagkop dan UMKM Provinsi Kaltim dengan parameter penilaian yaitu akuntabilitas pengelolaan meliputi Pengelolaan Barang Milik Daerah, Pengelolaan Keuangan/Anggaran, dan Pengelolaan Kepegawaian.
”Penilaian dimulai dari proses perencanaan, pelaksanaan program dan kegiatan, evaluasi dan monitoring hasil/output kegiatan. Penilaian tersebut mencakup penilaian kinerja sektor industri, perdagangan dan koperasi dalam suatu sinergitas yang terpadu dalam satu Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi,” kata Djailani.(ri/hmsprov)
//Foto: H Mohammad Djailani
12 Maret 2014 Jam 00:00:00
Prestasi
25 November 2018 Jam 18:58:22
Prestasi
20 April 2020 Jam 21:57:51
Prestasi
02 November 2013 Jam 00:00:00
Prestasi
27 September 2019 Jam 00:00:11
Prestasi
02 Oktober 2023 Jam 22:37:43
Gubernur Kaltim
02 Oktober 2023 Jam 22:33:50
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur
02 Oktober 2023 Jam 22:31:41
Gubernur Kaltim
02 Oktober 2023 Jam 22:23:12
Gubernur Kaltim
02 Oktober 2023 Jam 22:19:56
Gubernur Kaltim
06 Januari 2014 Jam 00:00:00
Pertanian dan Ketahanan Pangan
14 Maret 2022 Jam 15:54:00
Ibu Kota Negara
08 April 2013 Jam 00:00:00
Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri
11 September 2019 Jam 23:31:22
Pendidikan
05 Mei 2022 Jam 18:19:59
Ibu Kota Negara
23 Januari 2014 Jam 00:00:00
Prestasi
23 Februari 2016 Jam 00:00:00
Sosial
18 April 2018 Jam 21:34:38
Pembangunan
04 Agustus 2022 Jam 20:40:58
Gubernur Kaltim
08 November 2013 Jam 00:00:00
Pelatihan, Kepegawaian