Kalimantan Timur
Gernas BBI Go Borneo 2021 Resmi Diluncurkan,Mendes PDTT : Go Borneo Dorong UMKM Kaltim Masuk e-Commerce* 30 Juta UMKM Masuk Platform Digital

Foto : Gubernur Kaltim H Isran Noor dan Menteri Desa PDTT memotong pita peresmian Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Go Borneo 2021 di Convention Hall Samarinda. (ARIF M/ADPIMPROV KALTIM)

SAMARINDA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar mengungkapkan sejak diluncurkan pada 14 Mei 2020 lalu, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) telah mampu mendorong kebangkitan perekonomian rakyat. 

“Hingga September 2021 ada sekitar 16 juta unit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sudah masuk dalam platform digital. Semoga ini semakin memberikan manfaat ekonomi sebesar-besarnya bagi masyarakat,” kata Abdul Halim saat peluncuran Gernas BBI Go Borneo 2021, di Samarinda Convention Hall, Selasa (12/10/2021). 

Untuk kegiatan Gernas BBI Kaltim 2021 ini, Abdul Halim menjelaskan Go Borneo mengakomodasi sekitar 8.000 produk mitra binaan UMKM dan BUMDes yang ada di Kaltim. Dengan 220 unit UMKM dan BUMDes telah masuk dalam platform e-commerce dan terlibat dalam SMEXPO 2021, hasil kolaborasi dari Kemendes PDTT selaku brand ambassador dan Pertamina selaku top brand, serta didukung penuh Kemenko Marves dan Pemprov Kaltim. 

“Sebanyak 220 unit UMKM tersebut telah dikurasi berdasarkan kualitas produk terbaik bahkan beberapa di antaranya merupakan produk yang layak ekspor,” jelasnya. 

Ditambahkan, Go Borneo juga telah melibatkan sekitar 1.450 pekerja yang ada dalam UMKM dan BUMDes pada SMEXPO 2021. Go Borneo membina empat unit BUMDes yang memproduksi lidi sawit, lidi nipah dan arang kayu halaban yang telah diekspor ke beberapa negara seperti Kanada, Kuwait dan menyusul China. 

“Untuk penguatan komoditi ekspor dari UMKM dan BUMDes ini kami menggunakan skema pentahelix yaitu kolaborasi antara pemerintah, kampus, pengusaha, perbankan, komunitas dan media dalam upaya menciptakan dan meningkatkan daya inovasi serta berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat,” tambahnya. (her/sul/adv)

 

 

 

*BERITA 3*

Foto : Gubernur Kaltim H Isran Noor menjawab wartawan usai Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Go Borneo 2021 di Convention Hall Samarinda. (ARIF M/ADPIMPROV KALTIM)

*Gubernur : Jangan Remehkan yang Kecil*

SAMARINDA – Usaha mikro kecil dan menengah memang tidak memiliki kekuatan modal yang besar. Namun demikian, Gubernur Kaltim H Isran Noor menegaskan bahwa kekuatan-kekuatan ekonomi kecil ini tidak bisa disepelekan. Justru kekuatan ekonomi mikro kecil dan menengah ini jumlahnya sangat besar dan jika mereka bisa disatukan, maka kekuatannya akan sangat besar untuk ekonomi nasional.

“Pak Menko (Luhut Binsar Panjaitan) tadi sudah sampaikan, bahwa yang kecil-kecil ini jangan diremehkan. Karena jumlah yang kecil itu sangat banyak,” kata Isran menjawab pertanyaan wartawan usai Launching Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Go Borneo 2021 di Convention Hall Samarinda, Selasa (12/10/2021).

Gubernur Isran Noor mengaku sangat setuju bila dikatakan usaha mikro kecil dan menengah merupakan tulang punggung perekonomian negara. Bahkan, bukan hanya tulang punggung ekonomi nasional di masa sekarang, tapi juga masa lalu dan masa depan.

Pemerintah lanjut Gubernur, sudah berupaya dengan berbagai program untuk dapat terus meningkatkan kemampuan para pelaku UMKM, baik melalui bermacam bentuk pelatihan dan bantuan permodalan. 

Bahkan saat launching Gernas BBI tadi, sambung Isran, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan sudah meminta agar para pelaku UMKM di Kaltim bersatu dalam satu kelompok tertentu dan pemerintah akan membantu untuk memberikan bantuan permodalan dan dukungan untuk memperluas pasar-pasar ekspor.

Sementara untuk dukungan penguatan jaringan telekomunikasi demi memudahkan digitalisasi UMKM,  terutama di kawasan-kawasan blank spot, Gubernur Isran Noor mengatakan hal itu adalah kewenangan pemerintah pusat. Gubernur akan melaporkan kondisi tersebut agar segera ditindaklanjuti pusat.

“Aturannya tidak ada di pemerintah daerah. Aturannya ada di pemerintah pusat, pengendalinya juga pemerintah pusat. Towernya, jaringannya, sistemnya nanti pusat yang bangun. Kita melaporkan saja,” tegas Isran.

Mantan Bupati Kutai Timur ini juga meyakini, di masa depan UMKM akan menjadi kekuatan ekonomi nasional, bukan hanya Kaltim. “Tambang itu tidak lama habis. Karena tidak banyak yang sudah tersedia di dalam tanah,” tandasnya. (sul/adv)

Berita Terkait