Kalimantan Timur
Gubernur Kunjungi Kuil Kukulkan di Chichen Itza, Peradaban Bangsa Maya di Meksiko

Foto Soegiyanto / Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Kalimantan Timur

YUKATAN - Pada lawatannya ke Meksiko dalam mengikuti The 13th Annual Meeting Governors Climate Forest Task Force (GCFTF) di Kota Merida, Provinsi Yukatan, Meksiko, Gubernur Kaltim Isran Noor bersama anggota delegasi lainnya, berkesempatan mengunjungi Chichen Itza, sebuah situs arkeologi peninggalan Suku Maya. 

 

Kunjungan Gubernur Kaltim ke situs yang termasuk dalam tujuh keajaiban dunia itu merupakan rangkaian kegiatan pertemuan gugus tugas GCF di Merida, Yucatan Meksiko yang dihelat selama tiga hari dari 8 hingga 10 Februari 2023. 

 

Pemandu wisata yang mendampingi delegasi Kaltim, Pedro menerangkan, situs Chichen Itza pada masanya merupakan pusat kota bagi Bangsa Maya dan dibangun pada peradaban Maya 800 SM. Chichen Itza memiliki arti “mulut sumur Itza” dan terletak di Semenanjung Yucatan, Meksiko atau sekitar 10 km dari Kota Merida. 

 

Salah satu bangunan terbesar yang didirikan adalah Kukulkan. Sebuah Kuil berupa piramid bertangga, dengan teras-teras. Di setiap sisi piramid segi empat itu terdapat anak tangga menuju puncak.  

 

“Berdasarkan legenda Maya, Kukulkan merupakan Dewa Ular Berambut jelmaan dari Quetzalcoatl,” terang pria yang biasa dipanggil Pepe ini. 

 

Yang menarik, salah satu karakteristik dari bangunan ini yaitu memiliki akustik. Jika seseorang bertepuk tangan di dasar piramida Maya ini, maka akan menyebabkan gema yang sangat mirip dengan kicauan burung. 

 

Jika hal ini dilakukan berulang kali atau dalam kelompok, maka gema akan terdengar seperti paduan suara kicauan burung yang menuruni tangga bangunan yang mengesankan. 

 

“Kita menyebutnya Chichen Itza Chirp,” kata Pepe. 

 

Beberapa anggota delegasi, di antaranya Asisten II Sekda Provinsi Kaltim Ujang Rachmat mencoba bertepuk tangan di depan tangga Kuil Kukulkan. Ajaibnya, suara tepuk tangan itu memantul kembali dari mulut kuil yang terletak di puncak dan turun  seakan suara tepukan itu menuruni tangga Kukulkan. 

 

“Kok bisa yah, suaranya kembali turun ke bawah dan berubah seperti suara burung,”ucap mantan kepala Dinas Perkebunan Kaltim ini. 

 

Di kawasan Chichen Itza yang dulunya merupakan tempat pemujaan dan ritual suku Maya itu, lanjut Pepe, juga terdapat sebuah lapangan permainan yang mirip dengan permainan bola basket masa kini. Permainan itu bernama 'pok ta pok' yakni melemparkan bola melewati sebuah lingkaran di dinding 7 meter di atas tanah. Tim yang pertama kali berhasil menembakkan bola akan menjadi pemenang.  

 

Sang kapten, akan maju dan menyerahkan dirinya untuk dipenggal kepalanya sebagai kehormatan dan persembahan untuk dewa-dewa. Pepe, lantas menunjukan lukisan pada dinding batu yang menggambarkan seorang ksatria yang dipenggal kepalanya. 

 

“Wah kalo sekarang masih ada, ya ga ada yang mau jadi pemenang, karena nanti dipenggal,”seloroh Gubernur Isran disambut tawa anggota delegasi lain. 

 

Usai mengelilingi kawasan Chichen Itza, delegasi Kaltim menyempatkan berfoto di depan Kuil Kukulkan dan sejumlah tempat lainnya. (gie/sul/ky/adpimprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation