Kalimantan Timur
Indagkop dan UMKM Diharap Berkontribusi Maksimal

Indagkop dan UMKM Diharap Berkontribusi Maksimal

 

BALIKPAPAN - Prinsip pembangunan sesuai dengan visi Kaltim Maju 2018 harus dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Pemprov Kaltim menginginkan agar kesejahteraan dapat diwujudkan dengan basis pemanfaatan sumberdaya terbarukan. Sektor industri, perdagangan, koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) diharapkan dapat berkontribusi lebih maksimal.

            Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ir Sa’bani MSc menyampaikan hal tersebut melalui sambutan tertulis Gubernur Kaltim pada pembukaan Rapat Koordinasi Penyusunan Program dan Kegiatan Sektor industri, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten/Kota se-Kaltim di Balikpapa, Senin (23/2).

            Selama ini sektor ekstraktif pertambangan dan penggalian serta industri pengolahan, masih mendominasi PDRB dengan 71,03 persen, sedangkan eksploitasi sumberdaya tak terbarukan tidak bisa bertahan lama. Karena itu sumberdaya terbarukan didukung sektor agribisnis perlu dikembangkan secara maksimal.

            “Hal ini harus menjadi perhatian serius kita bersama. Modal alam yang masih tersisa ini harus kita kelola untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Kaltim dan harus kita gunakan sebagai modal untuk mengejar kemajuan dari ketertinggalan pembangunan, serta mendorong tumbuhnya tulang punggung penopang perekonomian yang berkelanjutan,” kata Sa’bani.

            Sehubungan dengan itu, Pemprov Kaltim ujarnya, meletakkan harapan yang besar di sektor Indagkop dan UMKM. Sementara itu, berkaitan dengan bidang industri telah ditetapkan beberapa kawasan  industri strategis seperti Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan dan Kawasan Industri Buluminung di Panajam Paser Utara,  Kawasan Industri Perdagangan dan Jasa di Samarinda, serta Kawasan Industri Berbasis Migas dan Kondensat Bontang.

Kemudian Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kutai Timur, Kawasan Industri Pariwisata Kepulauan Derawan, Kawasan Industri Berbasis Pertanian di Paser dan PPU, Kawasan Industri Pertanian di Kukar dan Kubar, dan Kawasan Strategis Perbatasan Mahakam Ulu.

”Penetapan kawasan Industri ini haruslah ditindaklanjuti dengan bersungguh-sungguh melalui program kegiatan yang operasional, fokus dan terukur. Pemprov Kaltim telah mendesain kawasan ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Kaltim di masa mendatang. Kemudian, transformasi produk dari produk primer menjadi produk sekunder dan tersier harus dilakukan agar kesejahteraan masyarakat dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan secara berkelanjutan,” katanya.

Rakor menampilkan narasumber dari Badan Standarisasi Nasional (BSN), Kementerian Perindustrian, Akademisi, Bappeda Kaltim dan narasumber Perindagkop Kabupaten/Kota.

Sementara itu, Kadis Perindagkop dan UMKM Ir H Ichwansyah MM dalam laporannya mengatakan, Rakor dimaksudkan dalam rangka mensinergikan program dan kegiatan sektor Perindagkop dan UMKM, serta meningkatkan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten/Kota, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat serta dukungan dari seluruh stakeholders terkait.

”Selain itu, Rakor penyusunan program dan kegiatan sektor industri, perdagangan, operasi dan UMKM  ini sangat penting, karena merupakan suatu rangkaian dari perencanaan tahunan yang secara khusus dan lebih terinci membahas usulan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2016,” jelasnya. (ri/sul/hmsprov)

 

////Foto : Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ir Sa’bani MSc (kiri) dan Kadis Perindagkop dan UMKM Ir H Ichwansyah MM di sela kegiatan Rakor. (hadri/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait
Government Public Relation