Kalimantan Timur
Isran Menjawab Isu Lingkungan

Wawancara dengan media Kumparan ini dilakukan di ruang tamu gubernur(seno/humasprovkaltim)

SAMARINDA – Gubernur Isran Noor menjawab kekhawatiran para pegiat lingkungan terkait rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. Pertanyaan seputar isu lingkungan itu disampaikan empat reporter media online nasional, Kumparan yang secara khusus datang dari Jakarta untuk mewawancarai Gubernur Isran Noor.

Tanpa ragu Isran menguraikan rencana pembangunan ibu kota negara baru sama sekali tidak akan merusak hutan dan hutan lindung. Justru sebaliknya, pemerintah akan menghijaukan kembali titik-titik di kawasan hutan konservasi Bukit Soeharto yang saat ini faktanya digunakan bukan untuk kepentingan hutan.

“Sepenuhnya kita mendukung penerapan kaidah-kaidah lingkungan. Kalau biasanya kota itu 30 persennya ruang terbuka hijau atau RTH, maka nanti kita akan balik. Fisik bangunannya hanya 30 persen dan 60 sampai 70 persen selebihnya adalah ruang terbuka hijau. Konsepnya, lebih banyak pohon. Bahasa kerennya forest city atau green city, atau apalah itu namanya,” tegas Isran memaparkan. 

Dengan pendekatan green city dan forest city ini, maka konsep ibu kota negara baru diyakininya akan sangat berbeda dari ibu kota negara di seluruh dunia. 

“Kita akan coba. Bagaimana ibu kota negara nanti berada di tengah-tengah hutan. Ibu kota negara dikelilingi hutan. Maka jangan ragukan kami soal kaidah lingkungan ini. Malah yang gundul dan berlubang akan kita hijaukan kembali,” yakin Isran.

Wawancara dengan media Kumparan ini dilakukan di ruang tamu gubernur di Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada Samarinda, Rabu (28/8/2019). (sul/her/yans/humasprovkaltim).

Berita Terkait
Government Public Relation