Kalimantan Timur
Kejuaraan Antar Sekolah se ASEAN

Kejuaraan Antar Sekolah se ASEAN

15 Atlet SKOI Wakili Indonesia

SAMARINDA – Setidaknya 15 atlet pelajar  dari Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim terpilih mewakili Indonesia pada ajang Kejuaraan Antar Sekolah se-ASEAN 2015 atau 18th Thailand Sport School Games-Nakhon Lamduan Games 2015 di Thailand yang akan berlangsung  pada 30 Juli - 8 Agustus 2015.

Atlet pelajar Kaltim tersebut terdiri dari dua  atlet balap sepeda, dua  gulat, lima orang  tenis meja dan enam  anggar, ditambah empat  official pelatih. Atlet pelajar tersebut dilepas Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak usai Apel Gabungan Pegawai Pemprov Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (22/7).

Awang mengaku bangga kepada atlet pelajar SKOI Kaltim yang mampu menjadi wakil Indonesia di even internasional tersebut. Apalagi kegiatan tersebut levelnya tingkat ASEAN. Awang berharap, atlet pelajar SKOI mampu memberikan yang terbaik bagi Negara. 

“Saya sangat bersyukur atlet pelajar SKOI Kaltim dapat menjadi wakil Indonesia di even internasional ini. Karena, kegiatan ini dari Indonesia hanya atlet pelajar SKOI Kaltim saja yang terpilih untuk membela Negara,” kata Awang Faroek Ishak.

Menurut Awang, apa yang diputuskan pemerintah pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk memilih SKOI Kaltim sangat tepat, selain pembinaan yang dilakukan sangat baik dan atlet pelajar SKOI telah banyak memberikan kontribusi besar kepada Negara di sejumlah ajang internasional.

Karena itu, diharapkan atlet pelajar SKOI dapat menjaga nama baik daerah dan Negara saat bertanding di Thailand. Atlet yang akan bertanding merupakan atlet-atlet andalan Kaltim untuk meraih medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Kita telah berhasil di PON 2008 meraih peringkat ketiga, begitu juga di PON 2012 Kaltim berhasil meraih peringkat lima besar dan merupakan provinsi terbaik pertama di luar Pulau Jawa. Ini harus kita pertahankan,” jelasnya.

Pemprov Kaltim setiap tahunnya melalui SKOI menampung 500 atlet pelajar dan cabang olahraga pun ditambah menjadi 34 cabang olahraga, sehingga ketika PON di Jawa Barat maupun PON selanjutnya Kaltim dapat terus meningkatkan prestasi.

“Saya yakin kita mampu mempertahankan dan meningkatkan prestasi tersebut. Asalkan atlet pelajar dari SKOI Kaltim tidak bosan-bosannya untuk berlatih,” jelasnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Fachruddin Djaprie mengatakan 15 atlet dan 4 official pelatih tersebut akan menjadi tanggungan Negara atau menjadi tanggungan Kemenpora. Sedangkan Pemprov Kaltim hanya menanggung biaya transportasi dari Kaltim ke Jakarta yang akan berangkat pada 27 Juli 2015.

“Atlet pelajar kita ini akan bersaing dengan berbagai atlet dari Negara di ASEAN, antara lain Thailand, Vietnam, Brunai Darussalam, Malaysia, Filipina dan Singapura. Mudahan atlet pelajar Kaltim yang dikirim dapat memberikan kontribusi besar terhadap Negara. Bahkan, kami berharap atlet pelajar tersebut ketika kembali dapat turut serta bersaing di PON 2016 di Jawa Barat,” jelasnya. (jay/sul/es/adv).

///FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama sejumlah atlet  SKOI) Kaltim yang mewakili Indonesia pada ajang Kejuaraan Antar Sekolah se-ASEAN 2015 di Thailand.(johan/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation