Kalimantan Timur
Meski Diterjang Pandemi, 6 Perusda Kaltim Sumbang Rp174,2 Miliar Untuk PAD

Foto Adi Suseno / Biro Administrasi Pimpinan setda Provinsi Kalimantan Timur

SAMARINDA - Kinerja sejumlah Perusahaan  Daerah (Perusda) Pemprov Kaltim di masa pandemi Covid-19 masih terbilang baik. 

 

Sebab meski perekonomian global secara umum lumpuh dan bergerak sangat lamban, sejumlah Perusda milik Pemprov Kaltim masih mampu memberikan kontribusi positif untuk Penerimaan Asli Daerah (PAD) Kaltim yang tentunya akan sangat berguna bagi pembiayaan pembangunan di berbagai lini.

 

Plt Kepala Biro Perekonomian H Suriansyah mengungkapkan untuk kinerja tahun 2021, PAD yang disetorkan 6 Perusda Kaltim pada awal tahun 2022 sebesar Rp174,2 miliar. 

 

"Kontribusi terbesar berasal dari Bankaltimtara sebesar Rp114 miliar," kata Suriansyah di Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (19/8/2022).

 

Kontribusi Bankaltimtara ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp100 miliar.

 

Kontribusi berikutnya sukses direalisasikan oleh PT Mandiri Migas Pratama (MMP) dengan PAD disetorkan senilai Rp44,8 miliar. Lalu disusul PT Bara Kaltim Sejahtera (BKS) dengan kontribusi PAD sebesar Rp9,8 miliar.

 

Perusda lainnya, PT Melati Bhakti Satya (MBS)  memberikan kontribusi sebesar Rp3 miliar, kemudian PT Listrik Kaltim Rp2,1 miliar dan PT Silva Kaltim Sejahtera (SKS) menyumbang PAD Rp51 juta.

 

"Tapi ada dua Perusda yang kontribusinya masih nol. Yaitu PT Jamkrida dan PT AKU (Agro Kaltim Utama)," tegas Suriansyah.

 

Tahun 2020 dan 2021, PT Jamkrida belum bisa memberikan kontribusi PAD akibat mengalami kerugian, karena tingginya kredit macet dari pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. Sedangkan PT AKU masih belum aktif secara operasional,  akibat  persoalan hukum yang menjerat pimpinan Perusda tersebut.

 

Gubernur Kaltim H Isran Noor sendiri berulangkali menegaskan, dirinya tidak akan mengintervensi organisasi Perusda. Namun Gubernur mengingatkan agar semua Perusda bekerja kreatif dan inovatif, tidak bekerja biasa-biasa saja, sebab kondisi ekonomi global menuntut itu sebagai dampak pandemi yang sudah berlangsung hampir tiga tahun ini.

 

Gubernur juga bersikap tegas agar Perusda tidak menjadi sarang korupsi, memperkaya diri sendiri dan kelompoknya. 

 

"Jangan menyerah dengan Covid dan kondisi apapun. Tapi ingat, jangan korupsi atau macam-macam. Tetap berkarya dan terus berinovasi demi Perusda yang lebih sehat dan maju," tegas Gubernur Isran Noor dalam beberapa kali kesempatan. (jay/sul/ky/adpimprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation