Kalimantan Timur
Modernisasi Pertanian Melalui Mekanisasi


SAMARINDA – Produksi padi Kaltim masih rendah. Terbukti dari kebutuhan 514.000 ton ternyata Benua Etam hanya mampu memroduksi sekitar 420.000 ton gabah kering giling.

Berarti masih ada lebih 90.000 ton kekurangan yang harus dipenuhi agar kebutuhan gabah kering giling (GKG) tercukupi untuk konsumsi masyarakat. Keterbatasan produksi itu menurut Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim H Ibrahim, disebabkan masa tanam hanya sekali dalam setahun. Salah satu kendala yang banyak dihadapi petani, karena pengelolaan pengairan dari sumber-sumber air ke sawah petani masih belum optimal.

“Juga, tata kelola yang semi mekanisasi bahkan masih tradisional sehingga berimbas pada belum maksimal pemanfaatan lahan potensial  yang terhitung cukup luas. Utamanya, di sentra-sentra pertanian,” kata Ibrahim, Senin (16/5).  

Karenanya, pemerintah selain mengoptimalkan pengelolaan pengairan untuk lahan sawah dan lahan kering juga modernisasi sarana dan prasarana pertanian. Khususnya melalui mekanisasi atau pengadaan alat mesin pertanian (alsintan).

Misalnya, pemerintah pusat melalui APBN telah menganggarkan alokasi dana pertanian sebesar Rp31 triliun atau terjadi peningkatan yang siginfikan dari tahun sebelumnya. Termasuk melakukan pengadaan sekitar 100.000 unit alsintan untuk mendukung kegiatan modernisasi pertanian.

Komitmen pemerintah sangat tinggi dalam pembangunan pertanian. Diharapkan selain terjadi peningkatan produksi melalui pola tanam dua kali setahun juga tata kelola menggunakan mekanisasi.

“Selain pemerintah pusat, kita di daerah juga melalui kebijakan Gubernur Awang Faroek Ishak telah bertekad memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan pertanian dengan bantuan dan pengadaan alsintan serta pembangunan infrastruktur pertanian,” ujar Ibrahim. (yans/sul/humasprov

Berita Terkait