Kalimantan Timur
Panjang Runway Bandara APT Pranoto akan Jadi 3000 Meter

foto:arief/humasprovkaltim

SAMARINDA - Pengembangan Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Samarinda menjadi salah satu bagian dari pembangunan konektivitas terpadu untuk mendukung ibu kota negara (IKN) di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). 

 

Demikian diungkapkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa ketika melakukan kunjungan kerja ke Benua Etam, tepatnya di tiga wilayah, yakni Samarinda, Sepaku (PPU) dan Balikpapan. 

 

"Samarinda merupakan salah satu kota penyangga IKN. Pengembangan Bandara APT Pranoto seperti pembangunan taxiway dan rekonstruksi runway didanai menggunakan Surat Berharga Syariah Negara. Ini merupakan bagian dari pembangunan konektivitas terpadu untuk mendukung IKN. Pengembangan ini merupakan integrasi tiga kota yaitu Balikpapan, Samarinda, dan IKN kelak," ungkap Suharso Monoarfa didampingi Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor di VIP Room Bandara APT Pranoto, Kamis (22/4/2021). 

 

Pengembangan bandara di ibu kota provinsi Kaltim ini akan disesuaikan dengan indikasi kapasitas ultimate hingga 20 juta penumpang tiap tahunnya. Kapasitas terminal saat ini mampu menampung 1,5 juta penumpang tiap tahunnya. Untuk panjang runway 2.250 meter akan dikembangkan menjadi 3.000 meter. 

 

Gubernur Isran Noor menyambut baik rencana pengembangan Bandara APT Pranoto tersebut. Menurut dia, hal itu menjadi penting dan strategis mengingat Samarinda merupakan salah satu kota penyangga IKN selain sebagai ibu kota dan pusat pemerintahan provinsi Kaltim. 

 

"Pengembangan landasan, terminal dan taxi way ini akan mendukung dan memperkuat eksistensi Bandara APT Pranoto, sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, seiring dengan banyaknya pendatang ataupun wisatawan yang datang melalui bandara ini," ucap Isran Noor. (her/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait