Kalimantan Timur
Pemprov Kaltim Targetkan Penyerapan Anggaran di Atas 80 Persen

Foto Ahmad Riyandi / Biro Administrasi Pimpinan Setda Prov.Kaltim

SAMARINDA - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik mengapresiasi pelaksanaan Rapat Pimpinan (Rapim) yang rutin digelar per triwulan dan diikuti pimpinan perangkat daerah di lingkup Pemprov Kaltim.  

“Ini adalah sebuah praktik bagus. Kami dari Kemendagri, karena saya juga sebagai Dirjen Otonomi Daerah mengapresiasi sebagai sebuah langkah yang bagus. Sebagai konsolidasi internal pemerintah provinsi di antara pimpinan-pimpinan perangkat daerah, sebagai juga evaluasi terhadap kinerja, karena ini sistem untuk melihat seberapa bagus subsistem ini bekerja,” kata Pj Gubernur Akmal Malik ketika diwawancara awak media, usai mengikuti Rapim di Pendopo Odah Etam, Senin (9/10/2023).  

Akmal Malik mengungkapkan dalam rapim dipaparkan beberapa materi di antaranya capaian kinerja anggaran, perencanaan, belanja, FCPF, karhutla, persiapan pemilu dan pilkada serentak. Dari materi yang dipaparkan dalam rapim, Akmal Malik menggarisbawahi penyerapan anggaran yang menurutnya realisasi capaian masih rendah.  

“Tadi terlihat capaiannya ada yang bagus, ada yang kurang bagus, bahkan dipaparkan tadi ada kurang lebih 22 OPD yang capaian anggarannya di bawah 59 persen,” ungkap Akmal.  

Untuk itu, lanjut dia, rapim ini menjadi sebuah bahan bagi pimpinan baik Pj Gubernur maupun Sekda untuk melakukan evaluasi. Ternyata masih banyak hal yang harus dilakukan khususnya capaian anggaran. Karena, menurut Akmal secara umum rata-rata capaian anggaran  secara keseluruhan masih 64 persen.  

“Ini harus kita evaluasi keras, bagi saya ini evaluasi keras. Mungkin harusnya di Oktober ini kalau capaian harus sudah di atas 80 persen,” tegasnya. 

Akmal Malik berharap melalui imbauan yang disampaikan dirinya bersama Sekda Sri Wahyuni pada rapim dapat melecut OPD-OPD bisa bekerja lebih keras lagi dan bisa bekerja lebih maksimal lagi, agar bisa mencairkan anggarannya lebih cepat, pengadaannya lebih cepat, tendernya lebih cepat sehingga anggarannya itu lebih cepat diserap.  

“Karena kalau anggaran itu terserap, kan belanjanya di masyarakat, sehingga belanja masyarakat juga meningkat,” kata Akmal.  

Salah satu solusi dari permasalahan tersebut, Akmal akan melakukan coaching khusus kepada perangkat daerah yang berada di zona merah, dengan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri.  

“Walaupun ini bulan Oktober, saya akan undang teman-teman dari Jakarta. Khususnya tadi yang ada di zona merah itu, ada 22 OPD. Masih ada satu bulan, Mudah-mudahan bisa nanti Oktober-November bisa kita coaching untuk lebih cepat, biasanya untuk pengadaan barang dan jasa,” sebutnya.  

“Target kita 77 persen, mudah-mudahan bisa 80 persen lah. Tidak usah muluk-muluk. Mudah-mudahan bisa lebih. Dengan Pj baru, ada target baru,” pungkas Akmal Malik didampingi Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni. (her/sul/ky/adpimprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation