Kalimantan Timur
Pemprov Kaltim Terus Berusaha Mengurangi Emisi

dok.adpimkaltim

GLASGOW - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tetap dengan komitmennya untuk mengurangi emisi khususnya dari kegiatan berbasis lahan hingga 23 juta ton CO2e dari tahun 2019. Dengan pengurangan emisi sekitar 10 persen setiap tahun pada tahun 2030 diperhitungkan kontribusi Kaltim  kepada negara dalam pengurangan emisi mencapai 164 juta ton CO2e.

Gubernur Kaltim Isran Noor bersama Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya’kub, Bupati Berau Sri Juniarsih, Kadis Lingkungan Hidup Encek Ahmad Rafidin Rizal, Kadis Kehutanan Amrullah dan Karo Ekonomi Nazrin, serta Staf Khusus Gubernur Bidang LH dan Iklim Stepi Hakim, Kamis (11/11/2021) di Glasgow menerangkan sekitar 33 persen upaya pengurangan emisi oleh negara ada di Kaltim. 

“Pemerintah RI menargetkan 485 juta ton CO2e,” sebut Isran usai menerima sejumlah delegasi peserta COP 26 UNFCCC di antaranya dari Norwegia. 

Disebutkan Isran, Kaltim memiliki tambahan 18 juta CO2e dikarenakan luas lahan Kaltim seluas 12,7 hektare hampir sama dengan Inggris yang tercatat 13,4 juta hektare. Sementara luas hutan Kaltim mencapai 6,5 juta hectare, namun dalam 2 tahun terakhir diketahui  6.173 hektare digunakan untuk perkebunan kelapa sawit, hutan tanaman, pengelolaan hutan yang tidak lestari, pembukaan lahan tanpa izin, pertambangan dan tambak.

Terkait transisi energi, ditegaskan Isran, Pemprov Kaltim berkomitmen untuk mewujudkan energi rendah emisi yang berkelanjutan dan tangguh untuk kesejahteraan rakyat. 

“Termasuk pemanfaatan energi baru terbarukan pada bioful seperti B-30 dan B-100, di sisi lain perekonomian Kaltim masih bergantung pada minyak dan pertambangan,” ungkap orang nomor satu di Pemprov Kaltim ini.

Isran datang ke Glasgow  untuk menjadi narasumber talk show di Paviliun Indonesia  COP 26 UNFCCC. Di talk show  yang dimoderatori Stepi Hakim,  bertemakan Multi Stakeholders Action For Achieving Indonesia Folu Net Sink 2030, Jumat (12/11/2021)   Isran tampil bersama Bupati Berau Sri Juniarsih, kemudian dari Indonesia ada Prof Dady Ruhiyat – Ketua Harian Daerah Dewan Perubahan Iklim Kaltim, serta Hairil Kepala Desa Muara Siran Kukar, Abdul Agus Nuraini – Ketua Lembaga Pengelola Sumber Daya Alam Muara Siran Kukar. (sdn/sul/adpimprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation