Kalimantan Timur
Rapat Konsultasi Wilayah Tujuan Wisata 2015

Gubernur: Promosi Wisata Harus Terpadu

SAMARINDA - Pulau Kalimantan memiliki potensi pariwisata dan seni budaya yang sangat besar, sebab itu diperlukan promosi secara terpadu oleh para pengelola kepariwisataan, baik di daerah maupun  pusat.

Penegasan itu disampaikan Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak saat membuka Rapat Konsultasi (Rakon) Wilayah Tujuan Wisata (WTW) E XXI-2015 yang berlangsung di Hotel Aston Samarinda, Kamis (3/9).

Awang menambahkan, dengan pelaksanaan Rakon WTW E XXI, diharapkan sektor kepariwisataan di Pulau Kalimantan bertambah maju, sekaligus berdampak luas  dalam penanaman modal di daerah oleh investor dalam maupun luar negeri.

"Selain itu, diharapkan juga dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pada umumnya," kata Awang.

Ditambahkan, dengan tumbuh dan berkembangnya dunia pariwisata, seni dan budaya, diharapkan berdampak positif tehadap  peningkatan semangat persatuan dan kesatuan dalam keberagaman.

"Melalui Rakon ini, saya mengajak pemerintah daerah di lima provinsi se-Kalimantan, termasuk para seniman, budayawan, pemerhati seni budaya dan lainnya agar terus berupaya meningkatkan peran dalam mendukung sektor pariwisata," paparnya.

Awang mengatakan, industri pariwisata terbukti kebal dari krisis ekonomi. Saat perekonomian terpuruk, pertumbuhan pariwisata Indonesia tetap tumbuh, bahkan melebihi angka pertumbuhan ekonomi nasional. Pada tahun 2014 industri pariwisata mencapai 9,39 persen, angka itu diatas pertumbuhan nasional yang hanya 5,7 persen.

"Sektor pariwisata juga menyumbang produk domestik bruto yang besar kepada Indonesia mencapai 23 persen. Sektor pariwisata juga menempati urutan ke-4 sebagai penyumbang devisa negara," kata Awang.

Saat ini, lanjut Awang, Kementerian Pariwisata menetapkan 6 target utama pembangunan pariwisata, pertama kontribusi pariwisata terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) meningkat dari 9 persen pada 2014 menjadi 15 persen pada 2019.

"Kedua, devisa meningkat dari Rp140 triliun pada 2014 menjadi Rp280 triliun pada 2019. Ketiga, kontribusi terhadap kesempatan kerja meningkat dari 11 juta pada 2014 menjadi 13 juta pada 2019," ujarnya.

Target ke empat, kata Awang, indeks daya saing pariwisata meningkat dari peringkat 70 pada 2014 menjadi peringkat 30 pada 2019. Target kelima jumlah kedatangan wisatawan mencanegara meningkat dari 9,4 juta pada 2014 menjadi 20 juta pada 2019. Target keenam, jumlah perjalanan wisatawan nusantara meningkat dari 250 juta pada 2014 menjadi 275 juta pada 2019. 

"Sehingga pemerintah menetapkan pariwisata menjadi salah satu dari 5 sektor unggulan dan memberikan anggaran belanja yang naik cukup signifikan, untuk tercapainya target  utama pembangunan kepariwisataan," ujar Awang. (mar/sul/adv)

PARIWISATA KALIMANTAN. Menteri Pariwisata RI Arief Yahya disaksikan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak memotong pita untaian melati saat membuka ekspo Festival Borneo, sementara itu Gubernur pada  Rapat Konsultasi (Rakon) Wilayah Tujuan Wisata (WTW) E XXI-2015 yang berlangsung di Samarinda, Kamis (3/9) menyerahkan cinderamata kepada Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata RI, Dra Esthy  Reko Astuty. (fajar/humasprov kaltim).

 

 

Berita Terkait