Kalimantan Timur
Seluruh Kehidupan Nabi Muhammad SAW Adalah Keteladanan

dok.adpimkaltim

SAMARINDA-Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi mengatakan hari ini sesungguhnya bukan hari biasa, karena kita berada di bulan Rabiul Awal, bulan kelahiran seorang nabi dan rasul, seorang manusia, seorang mahluk Allah, hamba Allah, kekasih Allah yang tidak ada sebelum beliau (Nabi Muhammad SAW) lahir  dan tidak akan ada pernah orang yang serupa sampai akhir kiamat.

 

"Yang lahir ini bukan manusia biasa, yang lahir pada Rabiul Awal,  Nabi Muhammad SAW bukan nabi biasa, bukan rasul biasa, bukan manusia biasa, dia adalah nabi, rasul, manusia pilihan Allah SWT,  yang namanya telah termuat di Zabur Taurat dan Injil, dan tidak pernah ada nama Muhammad SAW, sebelum beliau lahir, karena nama itu, memang dipersiapkan  oleh Allah hanya diberikan kepada Nabi Muhammad SAW," kata Hadi Mulyadi saat mengisi ceramah peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW 1443 H di kediaman Ketua Umum LBN Kaltim M Nasarudin di Jalan Gerilya Samarinda, Sabtu malam (6/11/2021).

 

Dari Nabi Adam, lanjut Hadi Mulyadi,  sampai detik menjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak pernah ada orang yang boleh menggunakan nama Nabi Muhammad. Nabi lahir bukan dari sembarang orang,   orang-orang hebat, orang yang termulia, orang yang terpandang,  orang yang terhormat, karena beliau lahir dari keturunan Bani Hasyim.

 

"Bukan sekadar dari keturunan Bani Hasyim, 

tetapi beliau cucu seorang kakek pemegang kunci Ka'bah yang bernama Abdul Muthalib.  Andaikan pada saat itu berlaku sistem presidensial maka yang menjadi  Presiden adalah kakek Nabi Muhammad SAW. Andaikan pada saat itu berlaku sistem kerajaan, maka yang menjadi raja adalah Abdul Muthalib," tandasnya.

 

Hadi mengatakan, yang memberi nama Muhammad SAW adalah  kakek beliau, karena Abdul Muthalib sudah diilhami oleh Allah SWT, agar memberi nama kepada nabi Muhammad, padahal cucu beliau banyak sebelum Nabi Muhammad lahir, dan dari cucu yang ada tidak ada yang diberi nama Muhammad, tetapi ketika nabi Muhammad lahir, maka diberikan nama khusus, karena nama Muhammad adalah  pemberian nama dari Allah SWT.

 

"Ayahnya, ibunya, kakeknya sudah mengetahui tanda-tanda kedatangan Nabi Muhammad SAW, dan keteladanan beliau mulai lahir sampai wafat, tidak ada cacat sedikitpun dalam kehidupannya. Makanya detik-detik kehidupan Rasulullah, hari demi hari, minggu demi minggu,  bulan demi bulan dan tahun demi tahun adalah hari- hari yang penuh keteladanan. Maka dari itu, apapun profesi beliau (Nabi Muhammad SAW,  apupun jabatan beliau dan pekerjaan beliau semuanya itu memang telah dipersiapkan Allah SWT, agar menjadi contoh dan teladan bagi umatnya," ujarnya.

 

Yang terpenting, kata Hadi Mulyadi adalah menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW, karena Rasulullah bersabda barang siapa yang mencintaiku, maka dia akan bersamaku di surga. Maka dari itu, diharapkan kepada seluruh umat muslim diwajibkan untuk selalu mendengarkan ceramah tentang Nabi Muhammad SAW, dan belajar sejarah beliau.

 

"Sebagai seorang ayah, seorang ibu pastilah anak dan cucu, pastikan keluarga kita mengenal sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW, sehingga melahirkan cinta  kepada Rasulullah walaupun kita tidak pernah bertemu dengan beliau, dan kita berdoa di suatu saat di surga, kita bisa bertemu dengan Rasulullah, dengan cara pastikan ada cinta kita kepada  beliau, dan dengan cinta itulah ada safaat dari Nabi Muhammad SAW, mudah-mudahan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW malam ini, bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi pertemuan yang mendapatkan safaat dan keridhoan dari Allah SWT dan  safaat dari Nabi Muhammad SAW," pesan Hadi Mulyadi. (mar/sul/adpimprov kaltim)

Berita Terkait
Wagub: Petugas Haji Harus Sabar dan Responsif
Wagub: Petugas Haji Harus Sabar dan Responsif

05 September 2014 Jam 00:00:00
Agama

Kagumi Kerukunan Umat Beragama
Kagumi Kerukunan Umat Beragama

07 November 2013 Jam 00:00:00
Agama

Mentarbiyah Anak
Mentarbiyah Anak

28 Desember 2020 Jam 07:33:20
Agama

Kafilah Kaltim ke Jambi
Kafilah Kaltim ke Jambi

01 September 2014 Jam 00:00:00
Agama

Government Public Relation