Arkan Sparring Night: Dari Tenggarong ke Samarinda, Menjadi Wadah Pencarian Bakat "Orang-orang Kuat"

SAMARINDA – Dunia olahraga combat di Kalimantan Timur kembali bergeliat dengan kehadiran Arkan Sparring Night. Berawal dari sebuah tempat latihan sederhana di Tenggarong, Arkan kini telah melebarkan sayapnya ke Samarinda dan menjadi magnet bagi para pecinta olahraga beladiri dari berbagai daerah. 

14 Februari 2026 mlam masih bergulir pertandingan sport combat kelas berat hingga kelas usia junior, bertempat  di gedung tekwondo Folder airhitam Jl AW Sahrani.

 Mg 2962

Pendiri Arkan, Rony Abdurahman, menjelaskan bahwa nama "Arkan" memiliki makna mendalam, yakni "Orang-orang Kuat". Arkan Camp sendiri telah berdiri selama 11 tahun di Tenggarong sebelum akhirnya merambah Samarinda.

"Tujuan awal Arkan Sparring Night ini sebenarnya hanya untuk sparring biasa. Tapi seiring berjalannya waktu, peminatnya semakin banyak, bahkan peserta datang dari luar kota seperti Banjarmasin, Berau, hingga Kalimantan Utara," ujar Rony.

 Mg 3090

Sistem Pertandingan yang Inklusif dan Aman
Di bawah naungan Arkan Sport Management, ajang ini menawarkan tiga kategori disiplin bela diri:
* Top Combat: Menitikberatkan pada permainan atas (striking).
* Striking Combat: Fokus pada teknik pukulan dan tendangan.
* Mixed Combat: Kategori yang lebih bebas, mencakup permainan bawah (ground fighting), bantingan, hingga kuncian.

Menariknya, Arkan membuka pintu bagi atlet lintas usia, mulai dari kategori Junior usia 7 tahun hingga kelas pemula dan member. Meski bersifat kompetitif, Rony menegaskan bahwa aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama. Setiap peserta diwajibkan menggunakan perlengkapan pelindung lengkap, mulai dari gloves, headgear, hingga body protector.


Mandiri Tanpa Dukungan Pemerintah
Meski telah memasuki volume ke-8, Rony mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi, yaitu minimnya perhatian dari pemerintah daerah. Selama ini, Arkan berjalan secara mandiri.

"Sampai saat ini belum ada perhatian khusus dari pemerintah. Beberapa proposal sudah kami sampaikan, namun belum ada tanggapan. Padahal, saya sempat mendesain sabuk dengan gambar Pak Wali Kota dengan harapan ada dukungan resmi," ungkapnya jujur.


Namun, harapan baru muncul seiring dengan kepengurusan KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) yang baru. Rony berharap di bawah kepemimpinan yang baru, dukungan anggaran untuk penggiat olahraga Inorga (Induk Organisasi Olahraga) dapat lebih mengalir lancar demi mencapai target Juara Umum di PORNAS Sulawesi Tengahmendatang.

Lebih dari sekadar ajang sparring, Arkan juga berfungsi sebagai wadah pemanduan bakat (talent scouting). Beberapa atlet jebolan Arkan, termasuk atlet putri, telah berhasil lolos di ajang BK Porprov untuk cabang olahraga Muay Thai.
Rony juga membuka kesempatan lebar bagi para promotor atau perusahaan besar untuk berkolaborasi. Baginya, tujuan utama Arkan bukan sekadar mencari keuntungan materi, melainkan mengembangkan industri combat sport di Kalimantan Timur.

"Tujuan saya hanya untuk mengembangkan olahraga ini. Kalau cari untung, jujur tidak ada, malah seringkali saya harus 'nombok' (menutupi biaya). Kami ingin melihat atlet-atlet terbaik lahir dari sini dan bisa berlanjut ke jenjang yang lebih profesional seperti One Pride atau bahkan internasional," pungkasnya

 Mg 3025