Samarinda – Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kapasitas diri di tengah tantangan birokrasi modern.
Efisiensi yang selama ini kerap dipahami sebagai keterbatasan sumber daya atau pengurangan berbagai aspek operasional, sejatinya harus dimaknai sebagai peluang untuk bekerja lebih cerdas, tepat sasaran, dan menghasilkan dampak yang lebih besar.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalimantan Timur, Nina Dewi, mengatakan efisiensi bukan berarti menurunkan kualitas kerja, melainkan mengoptimalkan cara kerja agar lebih efektif, produktif, dan bernilai.
“Efisiensi harus dimaknai sebagai peluang untuk terus bekerja lebih cerdas, lebih tepat sasaran, dan menghasilkan dampak yang lebih besar. Dengan kata lain, efisiensi bukan berarti mengurangi kualitas kerja, melainkan mengoptimalkan cara kerja agar lebih efektif dan bernilai,” ujarnya pasa Sharing Session dengan tema Smart ASN di Era Efesiensi : Membangun Budaya Kerja Adaftif, Produktif dan Berdampak yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (24/6/2026).
Menurut Nina, ASN perlu membangun budaya kerja yang adaptif terhadap perubahan, produktif dalam menghasilkan kinerja, serta mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Selain itu, ASN juga dituntut mengembangkan pola pikir inovatif, memperkuat kolaborasi, memanfaatkan teknologi digital secara optimal, dan terus meningkatkan kompetensi sesuai perkembangan zaman.
Ia menjelaskan, Sharing Session ke-115 yang diselenggarakan BPSDM Kaltim merupakan salah satu upaya untuk mendukung pengembangan kompetensi ASN secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, BPSDM Kaltim berharap pemahaman ASN mengenai budaya kerja yang adaptif, produktif, dan berdampak semakin meningkat, khususnya dalam menghadapi tantangan birokrasi modern. ASN juga diharapkan mampu memaknai efisiensi sebagai peluang untuk bekerja cerdas, bukan sekadar bekerja dalam keterbatasan.
“Bekerja cerdas, bekerja ikhlas, dan bekerja tuntas menjadi semangat yang perlu terus dibangun dalam setiap pelaksanaan tugas ASN,” kata Nina
Kegiatan menghadirkan narasumber Founder SCB Internasional Consulting, Agung Solihi. (Prb/ty)