Atasi Fatherless, Pemprov Kaltim Dorong Penguatan Peran Ayah Demi Wujudkan SDM Unggul
Atasi Fatherless, Pemprov Kaltim Dorong Penguatan Peran Ayah Demi Wujudkan SDM Unggul

Samarinda – Peran ayah dalam tumbuh kembang anak kini makin jadi sorotan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim). Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Pemprov Kaltim bersama Kemendukbangga/BKKBN Kaltim juga terus memperkuat ketahanan keluarga demi mencetak generasi muda yang tangguh, sehat mental, dan tentunya memiliki masa depan cerah. Salah satu langkah nyatanya adalah dengan mengajak para ayah untuk lebih presentdan terlibat aktif dalam pengasuhan harian anak.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Berdasarkan Data Pendataan Keluarga 2025, sebanyak 24,8 persen keluarga yang memiliki anak remaja di Kaltim mengaku masih merasakan minimnya peran sosok ayah (fatherless).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Sunarto, menegaskan bahwa Pemprov Kaltim sangat peduli dengan isu ini. Pemerintah ingin memastikan anak-anak muda Kaltim tidak kehilangan support system utama mereka di rumah.

“Ada 24,8 persen anak remaja kita yang merasa kehilangan sosok ayah. Pemprov Kaltim dan BKKBN langsung bergerak cepat untuk mengintervensi hal ini. Kita mau anak-anak muda di Kaltim tumbuh dengan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tua,” ujar Sunarto usai membuka agenda Penguatan Kapasitas Pengelola Tempat Pengasuhan Anak dan Kader BKB di Aula Sekretariat TP PKK Samarinda, Jumat (28/8/2026).

Untuk menjawab tantangan ini, Pemprov Kaltim gencar mengampanyekan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Lewat gerakan ini, para ayah diajak untuk mulai dari hal-hal sederhana namun bermakna, seperti meluangkan waktu antar anak sekolah sampai mendampingi momen penting pas ambil rapor.

Selain GATI, Pemprov Kaltim juga mengajak agar setiap keluarga dapat membiasakan makan bersama di rumah. Momen duduk di meja makan ini diyakini bisa jadi ruang aman untuk saling sharing cerita dan mempererat ikatan emosional antara orang tua dan anak.

“Interaksi dan quality time kecil seperti ini efeknya luar biasa sekali untuk kesehatan mental dan keceriaan anak. Pemprov Kaltim terus mendukung perubahan pola pengasuhan dan meninggalkan gaya patriarki lama demi mewujudkan SDM Kaltim yang unggul dan berdaya saing,” tutup Sunarto.

Komitmen Pemprov Kaltim dalam merangkul peran ayah ini membuktikan bahwa investasi terbaik daerah tak hanya terletak pada infrastruktur, tetapi juga pada kehangatan fondasi keluarga. Dengan sinergi yang terus dibangun hingga ke tingkat kader masyarakat, Kaltim siap menjadi pelopor daerah yang aman, ramah anak, dan ramah keluarga demi mencetak generasi emas masa depan. (sef/pt)