Balikpapan – Nama mantan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak kini diabadikan sebagai nama Gedung Jantung Terpadu Awang Faroek Tower di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan. Gedung layanan jantung modern tersebut diresmikan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dalam peresmian dan penandatanganan prasasti pada Rabu (24/6/2026) kemarin.
Penggunaan nama Awang Faroek Tower menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi mendiang dalam membangun Kalimantan Timur. Termasuk kontribusinya terhadap pengembangan sektor kesehatan selama menjabat Gubernur Kaltim periode 2008–2018.
Momen peresmian berlangsung penuh makna dengan kehadiran keluarga almarhum. Putra ketiga Awang Faroek, Awang Fauzan Rahman, mewakili keluarga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
"Awang Faroek Tower ini bukan hanya sekadar kebanggaan bagi kami sekeluarga. Tetapi juga pengingat akan kebersamaan dan dukungan yang telah kita bangun selama ini. Terima kasih banyak atas penghargaan yang tak ternilai ini," ungkapnya.
Awang Faroek Ishak sendiri mengembuskan napas terakhir di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan pada 22 Desember 2024. Kini, namanya akan terus dikenang melalui gedung yang dipersiapkan menjadi pusat layanan jantung regional bagi seluruh Kalimantan.
Gedung Jantung Terpadu Awang Faroek Tower dilengkapi berbagai fasilitas modern, seperti catheterization laboratory (cath lab), ruang operasi berstandar Modular Operating Theater (MOT), hingga teknologi Smart RSKD yang memungkinkan pemantauan kondisi pasien secara real-time dari ambulans, IGD, ICCU, hingga ruang perawatan.
Dengan fasilitas tersebut, berbagai tindakan medis seperti pemasangan ring jantung, angiografi koroner, pemasangan temporary pacemaker, hingga operasi jantung terbuka kini dapat dilakukan di Balikpapan. Kehadiran Awang Faroek Tower diharapkan menjadi warisan nyata yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meneruskan semangat pengabdian almarhum dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kalimantan Timur. (KRV/pt)