Penajam – Gubernur Kalimantan Timur, H Rudy Mas'ud mencanangkan program Desa Cantik (Cinta Statistik) sebagai upaya memperkuat digitalisasi data desa dan kelurahan guna mendukung pembangunan yang lebih tepat sasaran di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Rabu (24/6/2026).
Gubernur mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, Badan Pusat Statistik (BPS), dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem data yang akurat hingga tingkat desa.
"Sekarang kita tidak bisa lagi berbicara berdasarkan perasaan atau asumsi, tetapi harus berdasarkan data. Data yang benar akan melahirkan kebijakan yang tepat sasaran," tegas Gubernur.
Ia juga mengungkapkan komitmen Pemprov Kaltim dalam mendukung transformasi digital desa. Sepanjang 2025, pemerintah provinsi telah menyediakan layanan Gratispol Internet Desa di 30 desa di PPU melalui APBD sebagai bagian dari percepatan digitalisasi.
Menurut Gubernur, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas data sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan. Karena itu, seluruh aparatur desa diminta menjadikan pengelolaan statistik sebagai prioritas.
Sementara itu, Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan Program Desa Cantik yang diinisiasi BPS diharapkan mampu mendorong seluruh desa di PPU memanfaatkan digitalisasi data. Dengan sistem yang terintegrasi, data kependudukan maupun potensi desa dapat tersaji secara real-time sehingga memudahkan perencanaan pembangunan.
Rangkaian kegiatan ditandai dengan prosesi pencanangan Desa Cantik, penandatanganan piagam, penyerahan piagam kepada desa dan kelurahan, serta pemberian sertifikat kepada para agen statistik.
Turut hadir Kepala BPS Kalimantan Timur Mas'ud Rifai serta Sekretaris Badan Pengembangan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Kemendesa PDT Fajar Tri Suprapto, Anggota Komisi VI DPR RI Sarifah Suraidah Harum, serta Sekda Kaltim Sri Wahyuni beserta jajaran forkopimda provinsi dan kabupaten. (KRV/pt)