Samarinda – Borneo International Fashion Festival (BIFF) 2026 memasuki hari kedua yang digelar di Odah Etam, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Minggu (4/10/2026).
Festival yang berlangsung pada 3–4 Oktober 2026 tersebut menjadi ruang bagi desainer, artisan, pelaku UMKM, dan generasi muda untuk memperkenalkan karya berbasis budaya Kalimantan.
Pada hari kedua, pagelaran busana terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama lebih banyak menampilkan karya siswa SMK Tata Busana serta desainer undangan dari Bali.
Sementara itu, sesi kedua yang digelar pada malam hari menghadirkan sejumlah desainer dari Bali, Kalimantan Timur, dan Melbourne.
Project Director BIFF 2026, Anas Maghfur, mengatakan pelaksanaan hari kedua menjadi bagian penting dalam memperkenalkan karya dan potensi fashion berbasis wastra Kalimantan Timur ke tingkat internasional.
“Harapannya dari acara ini adalah kita ingin memperkenalkan Kalimantan Timur dengan wastranya ke kancah internasional, terutama spesifiknya di Melbourne,” ujar Anas.
Menurutnya, BIFF tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan karya para desainer, tetapi juga diharapkan membuka peluang lebih luas bagi UKM, UMKM, perajin, dan pelaku industri kreatif Kaltim.
“UKM, UMKM, perajin, termasuk desainer dan produk-produknya tidak hanya dikenal di Kaltim, tetapi juga dikenal di Melbourne. Poinnya adalah industri atau produknya bisa dijual di sana, sehingga kita bisa melakukan ekspor-impor dan harapannya dapat terus berlanjut ke depannya,” jelasnya.
Adapun pada Parade 1, BIFF 2026 menampilkan SMK Negeri 14 Samarinda, SMK Negeri 1 Sangatta Utara, Ishana Bali, CC Modelling, SMK Negeri 4 Balikpapan, SMK Negeri 3 Samarinda, serta Dekranasda Kalimantan Timur.
Sementara Parade 2 menghadirkan Javabor, Kekéan Wastra Gallery, The Rafftykha, Batik Beras Basah, Rizal Fashion Style, Dekranasda Kutai Timur, Aemtobe, dan Pandawi Wastra Borneo.
Peragaan busana selama dua hari tersebut melibatkan 36 model dengan beragam koleksi yang mengangkat wastra, kriya, serta identitas lokal. Rangkaian fashion show dibagi menjadi tiga sesi, yakni satu sesi pada Sabtu (3/10/2026) dan dua sesi pada Minggu (4/10/2026).
BIFF 2026 merupakan festival perdana yang diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi bagi desainer, artisan, pelaku UMKM, serta generasi muda untuk mengembangkan industri fashion berbasis budaya Kalimantan dan memperluas jejaring hingga pasar internasional.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DPPKUKM Kaltim Heni Purwaningsih dan Staf Ahli Bupati Paser Bidang Ekonomi Ina Rosana.(hend/dfa)