BPBD Kaltim Perkuat Deteksi Dini Karhutla Lewat Pemantauan Satelit dan Laporan Warga

SAMARINDA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur terus memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Strategi utama yang dikerahkan meliputi pemantauan titik panas (hotspot) berbasis satelit serta penguatan peran aktif masyarakat dalam melaporkan kejadian di lapangan.

Langkah ini diambil guna memastikan setiap potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas dan membahayakan lingkungan.

Kepala BPBD Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan, menjelaskan bahwa pihaknya memanfaatkan sistem pemantauan hotspot milik Kementerian Kehutanan untuk mengawasi pergerakan titik panas di seluruh wilayah Kaltim secara real-time. Data satelit tersebut kemudian dianalisis mendalam untuk memastikan apakah titik panas berkembang menjadi titik api (fire spot).

Menurut Buyung, sinkronisasi dan koordinasi dengan BPBD di tingkat kabupaten/kota menjadi krusial dalam memvalidasi data satelit tersebut agar tindakan penanggulangan dapat berjalan tepat dan cepat.

"Kami mengombinasikan dua sisi strategi. Pertama, langkah preventif dengan memantau potensi karhutla melalui sistem satelit. Kedua, kami sangat berharap ada laporan langsung dari masyarakat," ujar Buyung belum lama ini

Img 5934

Ia menekankan bahwa karakteristik karhutla berbeda dengan kebakaran pemukiman yang padat penduduk. Area hutan atau lahan yang luas sering kali minim jangkauan, sehingga informasi awal dari warga setempat sangat berharga.

"Kami mengharapkan laporan dari masyarakat apabila memang terjadi kebakaran lahan. Masyarakat bisa menghubungi Call Center 112 agar informasi tersebut bisa langsung divalidasi dan ditindaklanjuti oleh petugas piket di lapangan," tambahnya.

Pengendalian karhutla di Kaltim menjadi perhatian serius karena dampaknya yang luas. Selain memicu ancaman kabut asap yang merusak kesehatan, kebakaran lahan berpotensi merusak ekosistem, keanekaragaman hayati, serta habitat satwa liar di area yang terdampak.

Sebagai tindakan antisipasi dini, BPBD Kalimantan Timur saat ini telah menetapkan status siaga bencana kekeringan. Kendati tingkat risiko karhutla di wilayah Kaltim saat ini relatif masih tergolong rendah, penetapan status ini menegaskan kesiapsiagaan penuh seluruh personil dan sistem mitigasi bencana di Kaltim. (Prb/ty).