Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim menggelar Briefing Penanganan Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan El Nino di Wilayah Kaltim dan sekitarnya Tahun 2026.
Kegiatan berlangsung di Pos Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, Kamis (17/9), bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda, serta PT Milan Pilerry Bersatu.
Briefing dilaksanakan secara daring dan luring dengan melibatkan sejumlah unsur terkait. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla serta kondisi cuaca yang dapat meningkatkan risiko kebakaran di wilayah Kaltim dan sekitarnya.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, mengatakan sinergi antarlembaga menjadi hal penting dalam penanganan siaga darurat, termasuk melalui pelaksanaan OMC.
"Hari ini kita melaksanakan briefing untuk memastikan kesiapan seluruh unsur dalam penanganan siaga darurat karhutla dan El Nino. Koordinasi ini penting agar setiap langkah yang dilakukan dapat berjalan secara terpadu dan tepat sasaran," ujar Buyung.
Ia menjelaskan, OMC menjadi salah satu upaya untuk mendukung penanganan kondisi cuaca sekaligus mengantisipasi potensi peningkatan risiko karhutla.
"Untuk hari ini, pelaksanaan OMC dijadwalkan mulai pukul 13.00 Wita. Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan dukungan terhadap upaya penanganan kondisi cuaca di wilayah Kaltim," jelasnya.
Menurut Buyung, koordinasi antara BPBD Kaltim, BNPB, BMKG, pelaksana OMC dan unsur terkait lainnya akan terus diperkuat. Informasi perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan secara cepat dan tepat.
"Kami berharap seluruh unsur tetap waspada dan responsif terhadap perkembangan situasi. Informasi dari BMKG menjadi salah satu dasar penting dalam menentukan langkah penanganan, sementara koordinasi di lapangan harus terus berjalan agar respons terhadap potensi karhutla dapat dilakukan secara cepat dan tepat," katanya.
BPBD Kaltim juga mendorong seluruh pihak meningkatkan kesiapsiagaan dan upaya pencegahan sejak dini. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan risiko terjadinya karhutla sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.
“Yang paling utama adalah pencegahan dan kesiapsiagaan. Dengan kolaborasi yang kuat, kita berharap potensi bencana dapat diantisipasi sedini mungkin sehingga dampaknya terhadap masyarakat Kaltim dapat diminimalkan," pungkas Buyung. (ara/ty)
Foto : Adding