BRIDA Kaltim Dorong Penguatan Ekosistem Riset Melalui Gagasan Rumah Inovasi Daerah
BRIDA Kaltim Dorong Penguatan Ekosistem Riset Melalui Gagasan Rumah Inovasi Daerah

Samarinda – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Forum Koordinasi, Sinkronisasi dan Konsultasi Publik Tahun 2026 secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (4/6/2026). Forum yang mengusung tema “Rumah Inovasi untuk Mendukung Pertumbuhan Daerah yang Berkualitas” tersebut menjadi wadah diskusi sekaligus penguatan sinergi riset dan inovasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah, Dr. Ing. Wiwiek Joelijani, yang memaparkan pentingnya penguatan ekosistem riset dan inovasi daerah sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Kepala Balitbangda/BRIDA Provinsi Kalimantan Timur, Dr. M. Ir. Fitriansyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan narasumber yang telah berkontribusi aktif dalam forum tersebut. Menurutnya, berbagai masukan yang muncul selama diskusi menjadi bahan penting dalam memperkuat tata kelola riset dan inovasi di daerah.

Img 20260604 182146

“Terima kasih kepada seluruh peserta dan narasumber. Banyak hal yang kami peroleh dari forum ini, terutama dalam mengidentifikasi berbagai isu dan permasalahan yang masih dihadapi di bidang riset dan inovasi. Beberapa perwakilan kabupaten dan kota juga telah menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi, termasuk terkait pendanaan riset dan inovasi di Kabupaten Mahakam Ulu. Hal ini menjadi catatan penting bagi BRIDA Kaltim karena kami memiliki amanat untuk melakukan pembinaan dan pendampingan kepada BRIDA maupun perangkat daerah di kabupaten dan kota,” ujar Fitriansyah.

Ia menambahkan, konsep Rumah Inovasi Daerah (RUMIN) yang saat ini tengah digagas BRIDA Kaltim diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi bagi pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat dalam mengembangkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.

“Meski masih berupa gagasan yang terus kami sempurnakan, kami ingin mewujudkan Rumah Inovasi ini semaksimal mungkin agar mampu menjadi pusat kolaborasi dan akselerasi inovasi daerah,” katanya.

Menurut Fitriansyah, keberadaan Rumah Inovasi diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap pembangunan Kalimantan Timur, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, peningkatan daya saing daerah, serta penguatan kualitas pelayanan publik.

“Harapan kami, Rumah Inovasi dapat memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah, khususnya pada sektor ekonomi dan pelayanan publik. Meskipun saat ini pemerintah menghadapi tantangan efisiensi anggaran, kami akan terus berupaya memberikan pelayanan yang optimal sesuai dengan kondisi keuangan yang ada,” ujarnya.

Img 20260604 182215

Secara konseptual, Rumah Inovasi Daerah merupakan wadah yang dirancang untuk mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem inovasi, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, pelaku usaha, hingga komunitas masyarakat. 

Melalui konsep tersebut, hasil-hasil riset diharapkan tidak hanya berhenti sebagai dokumen kajian, tetapi dapat dihilirisasi menjadi program, kebijakan, maupun produk inovatif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Upaya ini sejalan dengan komitmen BRIDA Kaltim dalam memperkuat ekosistem riset, inovasi, serta kolaborasi lintas sektor guna mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Forum Koordinasi, Sinkronisasi dan Konsultasi Publik Tahun 2026 ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, sehingga berbagai tantangan pembangunan daerah dapat dijawab melalui pendekatan riset dan inovasi yang lebih terarah, terukur, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur. (rey/pt)