Samarinda – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melalui Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah menggelar Webinar Berbincang Tentang Risiko (BERISIK) dengan tema “Waspada Malware dan Pelindungan Data Pribadi”. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman pemerintah daerah dalam mengelola risiko keamanan siber di era transformasi digital, Kamis (11/6/2026).
Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah BSSN, Danang Jaya mengatakan bahwa pengelolaan sistem elektronik di pemerintah daerah saat ini masih beragam. Sebagian telah terpusat di Dinas Komunikasi dan Informatika, sementara sebagian lainnya masih dikelola oleh masing-masing Perangkat Daerah (PD).
Menurut Danang, kondisi tersebut menuntut koordinasi yang kuat antarperangkat daerah agar seluruh aset teknologi informasi dapat teridentifikasi dan dikelola dengan baik. Ia menilai masih terdapat sistem elektronik yang belum diketahui secara menyeluruh oleh pengelola TIK daerah sehingga berpotensi menimbulkan celah keamanan.
“Serangan siber dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari gangguan layanan hingga pencurian data. Karena itu, seluruh aset digital pemerintah daerah harus terdata dan berada dalam pengawasan yang baik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pengembangan aplikasi pelayanan publik harus selalu mempertimbangkan aspek keamanan sejak awal. Inovasi digital yang dilakukan pemerintah daerah memang diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan, namun risiko yang mungkin muncul juga harus diantisipasi.
“Sebagian besar aplikasi pemerintah mengelola data pribadi pegawai maupun masyarakat. Oleh karena itu, keamanan aplikasi dan perlindungan data pribadi harus menjadi prioritas dalam setiap tahapan pengelolaan sistem elektronik," tambahnya.
Lebih lanjut Danang menjelaskan bahwa tingkat risiko serangan akan berbeda antara sistem yang hanya digunakan secara internal dengan sistem yang dapat diakses melalui internet. Perbedaan karakteristik tersebut memerlukan langkah pengamanan dan pengendalian yang disesuaikan dengan tingkat ancaman yang dihadapi.
Melalui webinar ini, BSSN berharap pemerintah daerah semakin memahami berbagai risiko keamanan siber, termasuk ancaman malware, serta mampu menerapkan langkah mitigasi yang tepat untuk melindungi data dan menjaga keberlangsungan layanan publik berbasis digital. (cht/pt)