SAMARINDA – Masa depan sebuah daerah sesungguhnya mulai dibangun sejak anak mengenal dunia untuk pertama kalinya. Dari ruang-ruang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), karakter mulai dibentuk, kecakapan dasar dikembangkan, dan kesiapan anak untuk belajar dipersiapkan. Karena itu, PAUD menjadi fondasi penting dalam membangun manusia berkualitas.
Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Timur, Sarifah Suraidah Harum menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak dapat dipandang sebagai tanggung jawab satu pihak saja, melainkan membutuhkan dukungan pemerintah, keluarga, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
Ia menilai, keberadaan Bunda PAUD memiliki posisi strategis sebagai penggerak untuk mendorong semakin kuatnya perhatian terhadap pendidikan anak usia dini. Peran tersebut diharapkan mampu memotivasi berbagai pihak untuk bersama-sama mewujudkan PAUD Bermutu untuk Semua, sekaligus memastikan setiap anak memperoleh kesempatan mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas.
"Sebagai mitra utama dalam Gerakan Nasional PAUD Berkualitas menuju PAUD Bermutu untuk Semua, Bunda PAUD memiliki ruang yang luas untuk menggerakkan berbagai sumber daya di wilayahnya,"ucapnya pada Rapat Koordinasi Penguatan Peran Bunda dan Pokja PAUD Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur di Samarinda, Kamis (10/9/2026).
Peran itu mencakup advokasi, sosialisasi, koordinasi lintas sektor hingga pemberdayaan masyarakat, sehingga peningkatan kualitas PAUD tidak berhenti pada satu program, tetapi menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.
Penguatan tersebut juga dilakukan melalui Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD. Menurut Bunda Harum, Pokja memiliki peran penting dalam membantu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program-program PAUD sesuai kebutuhan masing-masing wilayah. Dengan demikian, setiap kebijakan dan program yang dijalankan dapat semakin dekat dengan kebutuhan anak dan masyarakat.
Ia menegaskan, membangun PAUD bermutu berarti memastikan layanan pendidikan dapat diakses secara merata dan mampu memberikan lingkungan belajar yang inklusif serta ramah anak. Upaya tersebut membutuhkan sinergi lintas sektor, karena tumbuh kembang anak tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga lingkungan keluarga, kesehatan, perlindungan dan aspek sosial lainnya.
“Keberhasilan program PAUD Bermutu untuk Semua sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan. Bunda PAUD, sebagai figur sentral dan mitra utama, memiliki peran kunci sebagai motor penggerak dalam membangun kesadaran, membina kemitraan dan memastikan keberlanjutan program PAUD di daerah,” ujarnya.
Bunda Harum pun mengajak seluruh Bunda PAUD dan pemangku kepentingan di Kalimantan Timur memperkuat komitmen serta kolaborasi untuk memastikan fondasi pendidikan anak semakin kokoh. Sebab, dari pendidikan anak usia dini yang berkualitas, inklusif, ramah anak dan berkelanjutan, Kaltim turut menyiapkan generasi emas Indonesia di masa mendatang. (rey/pt)