Defisit Neraca Perdagangan Indonesia Membaik, Surplus Nonmigas Capai 3,04 Miliar Dolar AS

Jakarta – Neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2026 mencatat defisit sebesar 0,45 miliar dolar AS, membaik dibandingkan defisit pada Mei 2026 yang mencapai 1,61 miliar dolar AS.

Perbaikan tersebut didorong oleh meningkatnya surplus neraca perdagangan nonmigas serta menyusutnya defisit neraca perdagangan migas.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan neraca perdagangan nonmigas pada Juni 2026 mencatat surplus sebesar 3,04 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan surplus bulan sebelumnya yang sebesar 2,15 miliar dolar AS.

Peningkatan surplus tersebut ditopang oleh naiknya nilai ekspor nonmigas yang mencapai 24,39 miliar dolar AS. Kenaikan terutama berasal dari ekspor komoditas berbasis sumber daya alam, seperti lemak dan minyak hewani atau nabati serta bahan bakar mineral. 

“Ekspor produk manufaktur, antara lain mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya serta mesin dan peralatan mekanis beserta komponennya, juga mengalami peningkatan,”ungkapnya.

Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan India masih menjadi kontributor utama terhadap kinerja ekspor Indonesia.

Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas turun menjadi 3,49 miliar dolar AS pada Juni 2026, lebih rendah dibandingkan defisit 3,76 miliar dolar AS pada Mei 2026. Penurunan defisit tersebut sejalan dengan peningkatan ekspor migas yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan impor migas.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari–Juni 2026 masih mencatat surplus sebesar 3,58 miliar dolar AS.

Bank Indonesia menyatakan akan terus memperkuat sinergi kebijakan bersama pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga ketahanan sektor eksternal serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (Prb/ty)