Samarinda – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berdampak pada kualitas udara.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan paparan polusi dan kabut asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit kronis seperti asma dan gangguan jantung.
“Polusi dan kabut asap akibat kebakaran hutan semakin meningkat sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan kelompok rentan,” kata Jaya baru-baru ini dikutip dari antaranews.com.
Untuk mengurangi risiko paparan, Dinkes Kaltim menyampaikan lima langkah yang dapat dilakukan masyarakat, terutama keluarga yang memiliki anggota kelompok rentan.
Langkah pertama, masyarakat dianjurkan tetap berada di dalam rumah dan menutup rapat pintu, jendela, serta ventilasi ketika kondisi asap sedang pekat. Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dibatasi selama kualitas udara memburuk.
Kedua, apabila harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker penyaring partikel seperti N95 atau KN95 untuk membantu mengurangi paparan partikel berbahaya dari udara.
Langkah ketiga, lanjutnya menjaga kualitas udara di dalam ruangan. Masyarakat yang memiliki alat penjernih udara dengan filter HEPA dapat mengoptimalkannya, terutama ketika konsentrasi asap di luar rumah meningkat.
Bagi masyarakat yang memiliki penyakit kronis, langkah keempat adalah memastikan persediaan obat rutin tetap tersedia sesuai resep dokter. Obat tersebut juga perlu dibawa ketika harus bepergian.
“Bagi penderita penyakit kronis, langkah keempat menekankan pentingnya menyiapkan persediaan obat rutin sesuai resep dokter yang wajib dibawa saat bepergian,” tutur Jaya.
Langkah kelima, masyarakat diminta menjaga kebersihan diri dan memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi dengan mengonsumsi air minum yang bersih dan matang. Setelah beraktivitas di luar ruangan, masyarakat juga dianjurkan segera mencuci tangan dan muka untuk membersihkan sisa polutan yang menempel.
“Kami meminta keluarga yang memiliki anggota kelompok rentan untuk sangat waspada dan membatasi kegiatan di luar ruang selagi udara buruk,” kata Jaya.
Dinkes Kaltim juga mengimbau Kembali untuk mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan akibat paparan asap. Jika muncul gejala darurat seperti sesak napas, nyeri dada, batuk parah, atau bibir tampak kebiruan, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
Sebanyak 188 puskesmas dan puluhan rumah sakit di seluruh Kalimantan Timur disiagakan untuk memberikan penanganan medis bagi masyarakat yang terdampak paparan asap.
“Sinergi bersama seluruh lapisan masyarakat dalam menjalankan langkah pencegahan ini sangat menentukan keselamatan kesehatan keluarga kita,” tegas Jaya.
Dinkes Kaltim menyatakan akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan mendukung penyediaan logistik kesehatan guna membantu melindungi masyarakat dari risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap dan ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). (*/pt)