Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Pertemuan Koordinasi Kewaspadaan Campak secara daring. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan kasus campak serta memperkuat edukasi kepada masyarakat melalui jejaring lintas sektor dan kader Posyandu.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Fit Nawati menjelaskan bahwa Indonesia, khususnya wilayah dengan mobilitas penduduk yang tinggi, memiliki risiko besar sebagai hotspot munculnya berbagai penyakit infeksi. Posisi geografis yang strategis memicu tingginya keluar-masuk penduduk dunia, yang secara langsung berdampak pada potensi penyebaran penyakit.
“Campak adalah penyakit yang sangat menular dan berbahaya, terutama bagi anak-anak. Saat ini, kita menghadapi tantangan serius karena peningkatan kasus campak belum dapat dikendalikan secara maksimal,” ujarnya.
Ia mengungkapkan data yang mengkhawatirkan terkait capaian imunisasi di daerah. Saat ini, cakupan imunisasi di Kaltim masih berada di angka 60 persen, jauh di bawah target ideal yaitu 90 persen.
“Capaian imunisasi kita belum maksimal. Kami membutuhkan dukungan dari seluruh mitra untuk mensosialisasikan pentingnya imunisasi serta menggerakkan masyarakat agar membawa bayi dan balita mereka ke fasilitas kesehatan terdekat,” tegasnya.
Oleh karena itu, penguatan sinergi dan kolaborasi lintas sektor maupun lintas program menjadi sangat krusial. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap anak di Kalimantan Timur mendapatkan hak perlindungan melalui imunisasi.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya evaluasi dan pemetaan di wilayah kerja masing-masing, terutama dalam memonitor kemunculan kasus-kasus penyakit akibat rendahnya cakupan imunisasi.
Mobilisasi sosial yang melibatkan kader dan tokoh masyarakat dinilai sebagai kunci utama dalam memberikan edukasi yang efektif kepada warga di tingkat akar rumput.
“Kami berharap pertemuan koordinasi daring ini tidak hanya menjadi forum formal semata, melainkan mampu menghasilkan rumusan kolaborasi nyata yang berdampak pada pencegahan perluasan penyakit,” tambahnya.
ia meminta seluruh instansi terkait untuk memaksimalkan upaya dan menyinergikan berbagai program yang ada guna mempercepat penanggulangan masalah kesehatan di Kalimantan Timur.
Fit juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam mengimplementasikan serta memantau kondisi kesehatan di lingkungan masing-masing. (Prb/ty)