Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Rapat Koordinasi Aksi Bidang Perubahan Perilaku dan Ketahanan Keluarga untuk Pencegahan Stunting. Bertempat di Hotel Grand Sawit Samarinda, Senin (15/7/2024).
Acara ini bertujuan untuk menyelaraskan strategi dan program guna meningkatkan perubahan perilaku positif di kalangan siswa serta memberikan pendampingan kepada keluarga dalam mendukung pendidikan anak.
Kepala Disdikbud Kaltim, Muhammad Kurniawan, dalam sambutannya menekankan pentingnya perubahan perilaku dalam upaya percepatan penurunan stunting.
"Saya berharap melalui rapat ini, kita dapat merumuskan strategi efektif untuk perubahan perilaku positif dan pendampingan keluarga yang lebih baik," ujarnya.
Salah satu fokus utama dalam rapat ini adalah isu stunting yang masih menjadi perhatian penting di berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
"Stunting berperan penting pada balita, khususnya dalam 1000 hari pertama kehidupan. Setelah itu, perbaikan gizi harus menjadi prioritas," tambahnya.
Kurniawan juga menekankan bahwa masih banyak aspek yang belum mendapat perhatian cukup dalam upaya penanganan stunting, dan pentingnya partisipasi aktif semua pihak.
"Kami perlu menekankan bahwa kita harus ikut berpartisipasi dan aktif dalam menangani masalah ini. Metode apa yang akan kita lakukan sehingga kita bisa terlibat secara masif," tegasnya.
Adapun Rakor ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Bappeda Kaltim, Diskominfo Kaltim, Dinkes Kaltim, Perwakilan BKKBN Kaltim, DKP3A Kaltim, MUI Kaltim serta berbagai pihak lainnya. (Ade/pt)