Disdikbud Kaltim Perkuat Pengembangan Pendidikan Berbasis Minat dan Kebutuhan Siswa
Disdikbud Kaltim Perkuat Pengembangan Pendidikan Berbasis Minat dan Kebutuhan Siswa

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus memperkuat pengembangan layanan pendidikan menengah yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah serta minat dan potensi peserta didik.

Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, mengatakan pemetaan minat dan bakat menjadi bagian penting dalam upaya memberikan layanan pendidikan yang lebih tepat sasaran sekaligus mendorong pengembangan potensi setiap siswa.

“Layanan pendidikan berbasis kebutuhan sekolah dan minat siswa menjadi fokus utama pemerintah dalam menggali serta mengoptimalkan potensi dan bakat peserta didik menuju generasi emas,” ujar Armin belum lama ini.

Menurutnya, pemetaan minat dan bakat peserta didik terus didorong penerapannya pada jenjang sekolah menengah atas (SMA) maupun sekolah menengah kejuruan (SMK). Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sesuai potensi dan arah pendidikan yang diminatinya.

“Setiap siswa diberikan ruang untuk menentukan arah keahlian vokasi maupun jalur akademik sesuai hasil pemetaan minat dan potensi dirinya,” jelasnya.

Pengembangan pembelajaran tersebut juga perlu didukung dengan ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Karena itu, Disdikbud Kaltim terus memperhatikan kesiapan fasilitas pembelajaran, termasuk laboratorium dan ruang praktik kejuruan sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Upaya tersebut turut dilakukan melalui kunjungan kerja jajaran Disdikbud Kaltim ke sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Kutai Timur.

Dalam kunjungan tersebut, Armin bersama rombongan meninjau sejumlah sekolah, di antaranya SMAN 1 Muara Bengkal, SMAN 1 Muara Ancalong, dan SMAN 2 Muara Ancalong.

Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi sarana dan prasarana pendidikan sekaligus menyerap aspirasi dari pihak sekolah terkait kebutuhan pembelajaran di daerah.

“Kunjungan kerja ke daerah dilakukan untuk meninjau ketersediaan sarana dan prasarana sekaligus menyerap aspirasi pihak sekolah secara langsung,” katanya.

Selain memastikan dukungan fasilitas pendidikan, Disdikbud Kaltim juga memberikan motivasi kepada guru dan tenaga kependidikan agar terus meningkatkan profesionalitas dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik.

“Kami memberikan motivasi kepada para guru dan tenaga kependidikan agar terus menjaga profesionalitas layanan pendidikan bagi siswa,” ungkap Armin.

Di sisi lain, Disdikbud Kaltim juga terus mendorong penguatan layanan pendidikan yang dapat menjangkau anak-anak yang belum atau tidak lagi bersekolah. Salah satunya melalui pengembangan program pendidikan jarak jauh yang memberikan kesempatan kepada anak putus sekolah untuk kembali melanjutkan pendidikan dengan pola pembelajaran yang lebih fleksibel.

Penanganan anak tidak sekolah serta penguatan pendampingan bagi sekolah inklusi juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kaltim dalam memperluas akses dan pemerataan layanan pendidikan.

“Penyediaan layanan pendidikan yang adaptif, ramah, dan inklusif merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan generasi yang unggul,” pungkasnya.(rey/pt)