Diskominfo Kaltim Edukasi Siswa MA Darul Ihsan tentang Gim Online Sehat dan Ancaman Intoleransi di Media Sosial
Diskominfo Kaltim Edukasi Siswa MA Darul Ihsan tentang Gim Online Sehat dan Ancaman Intoleransi di Media Sosial

Samarinda – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat literasi digital dan pembentukan karakter pelajar di tengah pesatnya transformasi teknologi. Langkah ini diwujudkan melalui Seminar Edukasi bertajuk “Transformasi Gim Online dan Ancaman Intoleransi di Media Sosial” yang diselenggarakan di MA Darul Ihsan Samarinda, Jumat (13/02/2026).

Hadir sebagai narasumber, Penelaah Teknis Kebijakan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur, Dafa Ezra H.

Dafa menekankan bahwa pelajar harus memiliki kendali penuh atas aktivitas digital mereka, terutama dalam penggunaan gim daring.

Whats App Image 2026 02 13 at 13.49.22 (1)

“Gim dapat menjadi sarana hiburan yang positif apabila dimainkan secara seimbang tanpa mengganggu kewajiban utama sebagai pelajar," ujarnya.

Namun, ia memberikan peringatan keras mengenai risiko kecanduan yang dapat mengganggu fungsi kognitif otak, seperti penurunan konsentrasi, sulitnya pengendalian emosi, hingga melemahnya kemampuan mengambil keputusan.

bermain gim secara berlebihan juga berpotensi menurunkan fokus belajar, memicu emosi yang tidak stabil, hingga berdampak pada hubungan sosial di lingkungan sekolah .sebab itu, ade ade diimbau untuk mengatur waktu bermain,dan tetap menjaga interaksi sosial di dunia nyata." ungkapnya

Selain membahas transformasi gim online, seminar juga menyoroti ancaman intoleransi dan radikalisme di media sosial. Dafa mengungkapkan bahwa kebebasan berpendapat di ruang digital kerap disalahgunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian, hoaks, dan provokasi yang dapat memecah belah masyarakat. Paparan konten ekstrem secara berulang berisiko membentuk pola pikir eksklusif yang menolak keberagaman. 

Dafa menegaskan pentingnya membangun dinding toleransi sebagai benteng nilai bagi generasi muda. Siswa diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi filter yang kritis.

"Siswa harus mampu berpikir kritis sebelum memercayai informasi, menghargai perbedaan, serta menolak segala bentuk ujaran kebencian. Gunakanlah media sosial secara etis dan bertanggung jawab," tegasnya.

Melalui edukasi ini, Diskominfo Kaltim berharap siswa MA Darul Ihsan dapat bertransformasi menjadi generasi yang cerdas digital dan berkarakter kuat. Pelajar diharapkan tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi secara sehat dan aman, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan kedamaian di ruang siber.(hmd/dfa)