Samarinda – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Timur menggelar kampanye anti kekerasan terhadap perempuan melalui kegiatan nonton bareng (nobar) film Suamiku Lukaku di XXI Big Mall Samarinda, Selasa (23/6).
Mengusung tema “Kaltim Bersuara: Memecahkan Kesunyian, Gandeng Tangan Lawan KDRT”, kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan, khususnya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Timur Sarifah Suraidah Harum, Staf Ahli Bidang Pendidikan dan Keluarga TP PKK Provinsi Kalimantan Timur Wahyu Hernaningsih Seno, Plt Kepala DP3A Provinsi Kalimantan Timur Anik Nurul Aini, serta sejumlah perwakilan perangkat daerah, organisasi perempuan, dan masyarakat umum.
Melalui pemutaran film Suamiku Lukaku, para peserta diajak memahami berbagai bentuk kekerasan yang kerap terjadi dalam lingkup rumah tangga serta dampaknya terhadap korban. Film tersebut juga mengangkat pesan penting mengenai keberanian untuk bersuara, mencari pertolongan, dan membangun lingkungan yang mendukung korban kekerasan.
Plt Kepala DP3A Provinsi Kalimantan Timur Anik Nurul Aini mengungkapkan kampanye ini dinilai mampu menjadi sarana edukasi yang efektif bagi masyarakat dalam memahami isu kekerasan terhadap perempuan.
Menurutnya, kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi persoalan yang memerlukan perhatian bersama. Oleh karena itu, dibutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk mencegah dan melawan segala bentuk kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar.
“Kegiatan seperti ini menjadi sarana edukasi yang penting untuk membuka kesadaran masyarakat bahwa kekerasan bukanlah sesuatu yang boleh dianggap biasa atau disembunyikan. Korban harus mendapatkan dukungan, perlindungan, dan ruang yang aman untuk berbicara. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak,” ujar Nurul (sapaan akrab).
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membangun hubungan yang sehat, saling menghormati, dan bebas dari kekerasan. Dengan komunikasi yang baik dan penguatan nilai-nilai dalam keluarga, berbagai potensi kekerasan dapat dicegah sejak dini.
Sementara itu, Nurul mengatakan bahwa kampanye melalui media film menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan perlindungan perempuan dan anak kepada masyarakat. Selain memberikan edukasi, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap korban dan berani melaporkan apabila menemukan kasus kekerasan.
Melalui kegiatan ini, DP3A Kaltim berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pencegahan kekerasan, mengenali tanda-tanda kekerasan, serta mengetahui layanan pengaduan dan pendampingan yang tersedia bagi korban.
Dengan semangat Pemprov Kaltim mengajak seluruh masyarakat untuk berani bersuara, memberikan dukungan kepada korban, serta bersama-sama mewujudkan Kaltim yang aman, ramah perempuan, dan bebas dari kekerasan. (sef/pt)
Foto : Rizki Kurniawan