DPK Kaltim Gelar Bimtek Literasi Informasi: Jawab Tantangan Kecerdasan Artifisial dan Disinformasi di Era Digital
DPK Kaltim Gelar Bimtek Literasi Informasi: Jawab Tantangan Kecerdasan Artifisial dan Disinformasi di Era Digital

 

SAMARINDA – Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) membawa perubahan besar dalam cara masyarakat mencari, mengolah, dan menyebarkan informasi. Di tengah kemudahan tersebut, kemampuan memilah informasi menjadi semakin penting agar masyarakat tidak mudah terjebak disinformasi.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur resmi menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi para pustakawan, tenaga teknis perpustakaan, guru, dan pegiat literasi se-Kalimantan Timur. Kegiatan ini mengusung tema "Transformasi Literasi Informasi: Menjawab Tantangan Kecerdasan Artifisial dan Disinformasi di Era Digital".

Acara dibuka secara resmi pada Rabu (23/9/2026) di Ballroom Mandapa II, Lantai 5, Hotel Fugo Samarinda. Turut Hadir kepala bidang IKP dan publikasi Diskominfo prov kaltim, Natalin Siagian

Pelaksanaan bimtek ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 23–24 September 2026, dengan total pembelajaran sebanyak 18 Jam Pelajaran (JP). 

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setdaprov Kaltim, Fitra Firnanda, yang hadir membacakan sambutan resmi Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam sambutan tertulis yang disampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPK Kaltim atas penyelenggaraan kegiatan ini. Peningkatan kapasitas literasi informasi dinilai sangat krusial di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan banjir informasi.

"Di era digital saat ini, masyarakat tidak cukup hanya memiliki akses terhadap informasi. Masyarakat juga harus memiliki kemampuan untuk memahami, menilai, serta memverifikasi informasi tersebut secara kritis," ujar Fitra Firnanda saat membacakan naskah ceramah umum Sekda Kaltim.

Lebih lanjut disampaikan bahwa keberadaan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) serta ancaman disinformasi menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi dengan kecakapan literasi yang kuat. Oleh karena itu, para pustakawan, guru, dan pegiat literasi diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam membangun ekosistem literasi yang sehat dan membimbing masyarakat agar bijak dalam mengolah maupun menyebarkan informasi.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten di bidangnya, antara lain Guru Besar Pertama Ilmu Perpustakaan Indonesia Prof. Sulistyo Basuki, Ph.D., Dosen Prodi S1 Ilmu Perpustakaan Universitas Brawijaya Muhammad Rosyihan Hendrawan, Ph.D., Dosen Universitas Mulawarman Dr. Sudarman, M.Pd., Bunda Literasi Kaltim Hj. Syarifah Suraidah Harum, Penelaah Teknis Kebijakan Diskominfo Kaltim Dafa Ezra Hafasy, S.Tr.IP., serta Duta Baca Kaltim Amira Syafana, S.Pd..

Selama dua hari pelatihan, para peserta dibekali berbagai materi strategis dan sesi praktik, mulai dari penelusuran sumber informasi terpercaya, etika kepenulisan menggunakan AI, manajemen referensi, teknik cek fakta/evaluasi sumber informasi, hingga gerakan kampanye literasi kreatif berbasis konten.
Rangkaian materi tersebut dirancang agar peserta memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun komunitas masing-masing.

Melalui Bimtek Literasi Informasi ini, DPK Kaltim berharap para peserta mampu menerapkan keterampilan praktis yang didapat di lingkungan kerja maupun komunitas masing-masing, guna mendukung pembangunan sumber daya manusia Kalimantan Timur yang cerdas, kritis, dan berintegritas. (hmd)