Edukasi Pengelolaan Sampah di Destinasi Wisata Terus Diperkuat, OIKN Dorong Kesadaran Sejak Dini
edukasi dilakukan secara persuasif, termasuk melalui dialog langsung dengan pengunjung di lapangan. Hal ini penting mengingat tidak semua masyarakat memiliki pemahaman yang sama terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Samarinda – Otorita Ibu Kota Nusantara menegaskan pentingnya penguatan edukasi pengelolaan sampah di kawasan destinasi wisata, seiring meningkatnya kunjungan masyarakat khususnya pada momentum libur Idulfitri 1447 H. 

Upaya ini dilakukan tidak hanya melalui penyediaan sarana dan prasarana kebersihan, tetapi juga melalui pendekatan edukatif kepada para pengunjung sejak awal memasuki kawasan wisata, Ungkap Alimuddin, Deputi Bidang Sosbud dan Pemmas OIKN.

“Siapapun pengelola wajib menyiapkan fasilitas kebersihan. Namun di sisi lain, kami juga terus mengedukasi masyarakat. Bahkan sejak pengunjung masuk kawasan, sudah diberikan pemahaman terkait pengelolaan sampah,” ujar Alimuddin saat dialog Publika di TVRI Kaltim dengan tema Kesiapan Pariwisata Kaltim Hadapi Lonjakan Libur Lebaran , Rabu (18/3/2025).

1773828723671

Ia menjelaskan, edukasi dilakukan secara persuasif, termasuk melalui dialog langsung dengan pengunjung di lapangan. Hal ini penting mengingat tidak semua masyarakat memiliki pemahaman yang sama terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Meski demikian, di lapangan masih ditemukan adanya sampah yang tidak terkelola dengan baik. Kondisi ini dinilai menjadi refleksi bahwa edukasi yang dilakukan selama ini masih perlu diperkuat dan dilakukan secara berkelanjutan.

“Kalau persoalan sampah ini terus berulang setiap tahun, berarti ada yang belum optimal dalam edukasi kita. Ini menjadi evaluasi bersama agar ke depan tidak terus menjadi isu yang sama,” tegasnya.

Img 20260318 W A0005

Menurutnya, kesadaran menjaga kebersihan tidak bisa hanya dibangun pada momen tertentu seperti kegiatan pariwisata, melainkan harus ditanamkan sejak usia dini, termasuk melalui pendidikan di sekolah.

“Kalau kita bicara keberlanjutan, maka edukasi ini harus dimulai dari anak-anak. Harapannya, ke depan tidak perlu lagi ada sanksi atau ancaman denda, karena kesadaran masyarakat sudah terbentuk dengan sendirinya,” tutupnya. (tp/pt)