Festival Literasi Kaltim 2026 Resmi Dimulai, Dorong Generasi Cerdas, Kreatif dan Berkarakter
Festival Literasi Kaltim 2026 Resmi Dimulai, Dorong Generasi Cerdas, Kreatif dan Berkarakter

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kaltim menggelar Soft Opening Festival Literasi Kaltim Tahun 2026 “Out of the Box” Gudang Buku Keliling 2026, di Aula Kantor Tower Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kaltim, Sabtu (29/8/2026).

Mengusung tema “Membangun Generasi Cerdas, Kreatif dan Berkarakter melalui Budaya Literasi”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat budaya literasi sekaligus mendorong kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur.

Img 20260829 095726 469@786763046

Kepala DPK Provinsi Kaltim, Ir. Hj. Lisa Hasliana, mengatakan Festival Literasi Kaltim 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang bersama yang mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, pegiat literasi, penulis, akademisi, perpustakaan, pustakawan, komunitas, dunia usaha hingga masyarakat.

“Festival ini bukan sekadar sebuah kegiatan seremonial. Festival ini merupakan ruang bersama untuk mempertemukan pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, pegiat literasi, penulis, akademisi perpustakaan, pustakawan, komunitas, dunia usaha dan masyarakat,” ujar Lisa.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut berawal dari usulan penerbit Mizan untuk menghadirkan pasar buku murah. Gagasan tersebut kemudian disambut DPK Kaltim karena sejalan dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan ketersediaan bahan bacaan sekaligus menumbuhkan minat baca masyarakat.

Img 20260829 095032 927@786762896

Menurut Lisa, berdasarkan data yang dimiliki DPK Kaltim, rasio ketersediaan judul buku terhadap jumlah penduduk di Kaltim masih berada pada angka sekitar satu banding satu. Sementara target yang disampaikan mengacu pada rasio dua judul buku untuk satu penduduk.

“Jadi penduduk kita kalau saya hitung sekitar empat juta lebih. Dari data kami dapatkan bahwa ketersediaan judul buku di Kaltim ini masih satu banding satu. Jadi masih kekurangan,” jelasnya.

Karena itu, keberadaan pasar buku murah menjadi salah satu upaya yang dinilai sejalan dengan tujuan Pemerintah Provinsi Kaltim dalam memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan.

Selain menghadirkan pasar buku murah, Festival Literasi Kaltim 2026 juga dirangkai dengan berbagai kegiatan literasi yang melibatkan para pegiat literasi dan berbagai pihak.

Img 20260829 093419 466@786762025

Lisa menyebut, festival akan berlangsung mulai 29 Agustus hingga 19 September 2026. Berbagai kegiatan akan mewarnai pelaksanaan festival, di antaranya penyerahan apresiasi lomba-lomba literasi, lomba bertutur, pameran produk transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, pameran buku, bedah buku, gelar wicara, workshop hingga penampilan karya-karya literasi.

Menurutnya, seluruh kegiatan tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni mendekatkan literasi dengan kehidupan masyarakat.

“Literasi dapat hadir melalui sebuah buku. Literasi dapat hadir melalui cerita. Literasi dapat hadir melalui karya seni. Literasi dapat hadir melalui diskusi. Dan literasi dapat hadir melalui teknologi,” katanya.

Img 20260829 093514 912@786762114

Untuk diketahui grand opening Festival Literasi Kaltim 2026 dijadwalkan berlangsung Minggu (30/8/2026). Kegiatan tersebut rencananya dibuka oleh Gubernur Kaltim didampingi Bunda Literasi, sekaligus menyapa para siswa sekolah.

Turut Hadir Kepala Perangkat Daerah dilingkungan Pemprov Kaltim diantaranya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kaltim, Ririn Sari Dewi, Kepala BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Rasman Rading, Ketua GPMB Kaltim dan Pegiat Literasi Syafruddin Pernyata, Perwakilan Bank BI Provinsi Kaltim , OJK Kaltim, BPD Kaltimtara.

Melalui Festival Literasi Kaltim 2026, buku dan berbagai bentuk karya literasi diharapkan tidak hanya hadir di ruang-ruang perpustakaan, tetapi semakin dekat dengan masyarakat dan menjadi bagian dari perjalanan generasi Kaltim menuju masa depan yang lebih berpengetahuan, kreatif dan berkarakter. (rey/pt)