Forum SDI Kaltim 2026 Perkuat Tata Kelola Data untuk Perencanaan Pembangunan

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar Forum Satu Data Indonesia (SDI) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 di Ruang Ruhui Rahayu, Kamis (27/8/2026).

Forum ini menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola data sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan daerah.

Penyelenggaraan Satu Data Indonesia mencakup empat tahapan utama, yakni perencanaan, pengumpulan, pemeriksaan, serta penyimpanan dan penyebarluasan data. Tahap perencanaan melalui Forum Satu Data menjadi tahapan fundamental karena menjadi ruang untuk menyepakati daftar data dan rencana aksi Satu Data tahun berikutnya.

705c8a0c D398 4363 928d 1cd6f433f02f

Kepala Bidang Perencanaan Pendanaan dan Evaluasi Pembangunan Daerah (P2EPD) Bappeda Kaltim, Alfino Rinaldi Arief, mengatakan seluruh produsen data telah melakukan flagging serta menyampaikan justifikasi atas penghapusan maupun penambahan data tahun 2026.

“Hasil kesepakatan Pra-Forum menghasilkan daftar data tahun 2026 sebanyak 7.194 data, yang terdiri atas 6.972 data statistik dan 222 data geospasial,” ujarnya.

Menurutnya, daftar tersebut juga telah mengakomodasi 11 program prioritas data unggulan Gratispol dan Jospol yang diproduksi oleh sejumlah perangkat daerah, yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Diskominfo, Dinas PUPR, serta Biro Kesejahteraan Rakyat.

Cf22da2f A373 4a12 A0a9 6f00db43f1f2

Provinsi Kaltim saat ini memiliki dua portal data yang dikelola Diskominfo Kaltim selaku Walidata, yaitu Portal Satu Data Kaltim dan Geoportal Kaltim. Kedua portal tersebut terus dikembangkan dan, khususnya Geoportal, telah terhubung dengan portal pusat.

Ke depan, kedua portal tersebut diupayakan semakin terintegrasi dengan portal data kabupaten/kota sehingga dapat menjadi platform terintegrasi bagi masyarakat dalam mengakses, menyajikan, dan menyebarkan luaskan data serta informasi statistik dan geospasial yang menjadi tanggung jawab produsen data di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim.

Berdasarkan hasil verifikasi data yang dilakukan bersama Diskominfo dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, tingkat keterisian data statistik tahun 2025 pada Portal Satu Data Kaltim mencapai 84,20 persen. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 87,74 persen.

Dcf56fd0 0858 4714 9651 07821f019804

Sementara itu, tingkat keterisian data geospasial tahun 2025 pada Portal JIGD Kaltim mencapai 71,35 persen. Angka tersebut justru meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 69,33 persen.

Sedangkan tingkat keterisian Data Statistik Sektoral Daerah (DSSD) pada aplikasi e-Walidata SIPD tahun 2025 mencapai 88,05 persen, meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar 78,13 persen.

Alfino menegaskan, capaian keterisian data tersebut masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, seluruh produsen data yang diminta segera melakukan penginputan sesuai daftar data yang telah disepakati.

“Kami berharap kualitas data di lingkup Kalimantan Timur dapat terus ditingkatkan sebagai dasar perumusan kebijakan dan perencanaan yang lebih baik. Implementasi Satu Data Kalimantan Timur menjadi kebutuhan penting dalam penyusunan dokumen perencanaan, baik jangka panjang, menengah maupun tahunan,” jelasnya.

F927df0a 6250 4b4b Ad63 Bb8d66e53788

Melalui forum ini, Pemprov Kaltim mendorong penguatan koordinasi antarprodusen data agar ketersediaan, kualitas, dan keterisian data semakin baik. Dengan demikian, data yang dihasilkan dapat menjadi landasan yang akurat dan terpercaya dalam mendukung perencanaan serta pelaksanaan pembangunan di Kalimantan Timur.

Tampak hadir Plt. Asisten  Bidang Administrasi Umum Setda Prov. Kaltim, Muhaimin, Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim, Kepala BPS kabupaten/kota, Kepala Bappeda/Bappedalitbang kabupaten/kota, Kepala Diskominfo kabupaten/kota, serta Kepala Dinas PUPR PERA kabupaten/kota.

Forum Satu Data Indonesia Tingkat Provinsi Kaltim Tahun 2026 menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Direktur Data Pembangunan dan Pemerintahan Digital Kementerian PPN/Bappenas meliputi   Perencana Ahli Madya, Fandi Prasetyo Nurzaman, Kepala Diskominfo Kaltim Ririn Sari Dewi dan   Kepala BPS Kaltim Mas'ud Rifai. (Prb/ty)

foto : teguh