Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat upaya menjaga ketersediaan pangan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Kamis (13/8/2026).
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi (DPTPH) Kaltim, Fahmi Himawan, mengatakan GPM menjadi wadah bagi pemerintah untuk mempertemukan produsen dengan konsumen secara langsung.
“Pemerintah hadir memfasilitasi antara produsen dan konsumen. Dalam kegiatan pangan murah ini ada 49 partisipan, termasuk petani dan peternak yang terlibat langsung,” ujar Fahmi saat ditemui di sela kegiatan GPM, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, keterlibatan langsung petani dan peternak diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak. Masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, sementara produsen memiliki akses lebih dekat kepada konsumen.
Fahmi menjelaskan, produk pangan yang tersedia dalam kegiatan tersebut ditawarkan dengan harga yang mengacu pada ketentuan yang berlaku.
“Masyarakat mendapatkan produksi pangan dengan harga terjangkau, sesuai dengan harga eceran tertinggi maupun harga acuan penjualan,” katanya.
Ia menambahkan, menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan merupakan salah satu tugas pemerintah. Karena itu, kegiatan seperti GPM menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar.
“Tugas pemerintah adalah memastikan kestabilan pasokan pangan dan harga,” tegas Fahmi.
Digelar Tak Hanya Saat Hari Besar Keagamaan
Fahmi mengatakan, Gerakan Pangan Murah selama ini banyak dilaksanakan menjelang atau saat momentum hari besar keagamaan. Namun, pelaksanaannya tidak terbatas pada momentum tersebut.
Menurutnya, GPM dapat dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu ketika masyarakat membutuhkan akses terhadap pangan pokok dengan harga yang terjangkau.
“Kegiatan GPM dilakukan pada hari besar keagamaan, tetapi tidak menutup kemungkinan pada momentum tertentu masyarakat membutuhkan pangan pokok,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, GPM juga melibatkan berbagai pihak yang berkaitan dengan sektor pangan dan pelayanan kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan membuat pelaksanaan kegiatan semakin luas dan memberikan manfaat yang lebih besar.
Fahmi menyebut sejumlah pihak yang terlibat antara lain Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, instansi vertikal, hingga para pelaku usaha.
“GPM mengundang sektor-sektor pengampu pelayanan tertentu, seperti dinas peternakan, dinas pertanian, Disperindagkop, instansi vertikal maupun pelaku usaha,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap Gerakan Pangan Murah tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Harapannya, semoga gerakan ini berdampak dan bersentuhan langsung pada masyarakat,” pungkas Fahmi. (addg/dfa)