Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas’ud (Harum) secara resmi membuka Festival Literasi sekaligus mencanangkan Gerakan Literasi Kalimantan Timur (GLK) Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Tower Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda, Minggu (30/8/2026).
Festival Literasi dan pencanangan GLK 2026 menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Kaltim dalam memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
Dalam sambutannya, Gubernur Harum menekankan pentingnya literasi bagi anak-anak di tengah perkembangan teknologi digital dan media sosial yang semakin pesat. Arus informasi yang begitu cepat, menurutnya, harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memahami dan menyaring informasi.
“Literasi menjadi sangat penting bagi anak-anak kita, apalagi di zaman sekarang yang sudah memasuki era digital dan media sosial. Informasi begitu cepat beredar,” ujar Gubernur
Ia menyoroti kebiasaan masyarakat yang kerap memberikan komentar hanya berdasarkan judul tanpa membaca dan memahami isi informasi secara utuh.
“Baru membaca judulnya saja, belum membaca isinya, komentarnya sudah paling panjang. Ini yang paling repot dan harus kita perbaiki. Jangan sampai kita salah kaprah dalam memahami sebuah informasi,” tegasnya.
Menurut Gubernur, membangun budaya belajar sepanjang hayat merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, masyarakat harus terus mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai tantangan dan meraih kesuksesan.
“Gerakan bersama untuk membangun budaya belajar sepanjang hayat bagi seluruh masyarakat Kalimantan Timur merupakan sebuah kewajiban. Oleh karena itu, untuk menjadi orang sukses, kita harus mempersiapkan diri,” katanya.
Gubernur Harum mengajak seluruh masyarakat menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Jadikan literasi sebagai budaya. Baca lebih banyak. Berpikir lebih dalam. Berkarya lebih besar untuk Kalimantan Timur dan Indonesia tercinta,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur, Hj. Lisa Hasliana, menuturkan Festival Literasi Kalimantan Timur Tahun 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial.
Menurutnya, festival tersebut menjadi ruang bersama untuk mempertemukan berbagai unsur yang memiliki kepedulian terhadap masa depan literasi di Kalimantan Timur.
“Pencanangan ini diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah seremoni, tetapi menjadi awal penguatan gerakan bersama yang tumbuh di lingkungan keluarga, sekolah, perpustakaan, komunitas, tempat kerja, dan seluruh ruang kehidupan masyarakat Kalimantan Timur,” jelas Lisa.
Ia menegaskan, keberhasilan gerakan literasi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Literasi harus menjadi budaya. Literasi harus menjadi kebiasaan. Dan yang terpenting, literasi harus menjadi gerakan bersama,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Harum bersama Bunda Literasi Kaltim Sarifah Suraidah Harum juga memberikan hadiah kepada anak-anak yang berhasil menjawab pertanyaan dalam sesi interaktif.
Turut hadir Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Bunda Literasi Kalimantan Timur, Sarifah Suraidah Harum, Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Kaltim, pimpinan instansi vertikal, serta para pegiat dan komunitas literasi, organisasi profesi, penulis, sastrawan, pendongeng, pustakawan, guru, dan tenaga pendidik. (Prb/ty)
foto : bagus